PAD Pariwisata Kukar Capai Rp700 Juta Hingga Mei, Target 2025 Berpeluang Terlampaui

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, memaparkan kinerja sektor pariwisata daerah yang mencatat pendapatan Rp9,1 miliar pada triwulan pertama 2025. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan geliat positif di awal tahun. Hingga triwulan pertama 2025, pendapatan dari sektor ini telah menembus Rp9,1 miliar, mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap destinasi lokal sekaligus hasil dari sinergi yang semakin solid antara pemerintah dan pelaku usaha.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, M. Ridha Fatrianta, menyebut tren tersebut diprediksi akan terus meningkat. Perhitungan sementara menunjukkan bahwa jika ditambahkan data hingga Mei, angka tersebut kemungkinan besar akan melampaui capaian triwulan pertama.

“Jika ditambahkan data hingga Mei, kemungkinan besar akan menembus angka lebih tinggi. Ini menjadi pertanda bahwa pariwisata Kukar mulai tumbuh sebagai sektor ekonomi strategis,” ujarnya.

Selain kontribusi keseluruhan sektor, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang langsung dikelola Dispar Kukar juga menunjukkan kinerja positif. Hingga akhir Mei, PAD sektor ini telah mencapai Rp700 juta dari target tahunan Rp1,4 miliar. Ridha optimistis target tersebut bisa tercapai, bahkan terlampaui, jika tren kunjungan dan konsumsi wisata tetap stabil.

Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap tantangan eksternal yang memengaruhi dinamika lokal. Salah satunya kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada berkurangnya perjalanan dinas dan penggunaan hotel untuk kegiatan pemerintah, sehingga menekan tingkat hunian perhotelan di Kukar.

Kontribusi PAD sektor pariwisata sendiri berasal dari berbagai sumber, mulai dari pajak hotel, restoran, parkir, tempat hiburan, hingga rumah makan. Dispar Kukar, kata Ridha, akan tetap melakukan evaluasi mendalam untuk membandingkan efektivitas kinerja tahun ini dengan periode sebelumnya.

“Tren kita sejauh ini sejalan dengan tahun lalu. Tapi kajian menyeluruh tetap diperlukan untuk menetapkan strategi baru,” imbuhnya.

Ridha menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata menjadi bagian dari arah kebijakan Bupati Kukar yang mendorong transformasi ekonomi daerah. Pemerintah daerah menargetkan pergeseran dari ketergantungan pada sektor tambang dan migas menuju sektor berkelanjutan seperti pariwisata dan pertanian. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

dinas pariwisata kukar

Dispar Kukar