Panen Rumput Laut di Muara Badak, Pemkab Kukar Fokus Konektivitas Hasil ke Industri

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wabup Rendi Solihin dan petani tambak saat panen rumput laut Pokdakan Salo Sumbala Sejahtera. (Istimewa)


Muara Badak, SISIKOTA.COM - Mentari sore memantulkan cahaya hangat di permukaan tambak. Di Desa Muara Badak Ulu, Selasa, 8 Juli 2025, aroma laut dan lumpur tambak menyambut kedatangan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. Ditemani Wakil Bupati Rendi Solihin dan Sekda Sunggono, mereka menyambangi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala Sejahtera—salah satu kelompok tani yang mengembangkan potensi rumput laut di pesisir Kukar.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Bupati Aulia ingin melihat langsung bagaimana aktivitas panen rumput laut berlangsung, sekaligus mengevaluasi kesiapan ekosistem pendukungnya. Ia mengakui belum sempat meninjau pabrik pengolahan rumput laut yang berada tak jauh dari tambak. “Namun dalam waktu dekat akan kami jadwalkan, agar pengolahan hasil panen tidak terhambat,” ujarnya.

Lahan budidaya di kawasan ini tergolong besar. Dari sekitar belasan ribu hektare tambak yang ada di Muara Badak, 3.600 hektare di antaranya telah dimanfaatkan secara aktif untuk budidaya rumput laut. Sayangnya, pabrik pengolahan yang sudah dibangun di kawasan tersebut belum bisa beroperasi. Salah satu penyebabnya adalah belum tuntasnya sistem pengelolaan limbah.

“Masalah teknis seperti ini yang segera kami benahi,” ucap Bupati. Ia menyebut Wakil Bupati juga ikut mengawal langsung penyelesaian berbagai kekurangan teknis agar pabrik bisa segera difungsikan. Tujuannya jelas: mendorong hilirisasi rumput laut agar hasil panen petani tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tapi bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian desa.

Dengan dukungan langsung dari pemerintah daerah, Muara Badak diharapkan menjadi pusat produksi dan pengolahan rumput laut terbesar di Kukar. Langkah ini tidak hanya memperkuat sektor perikanan budidaya, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir. (bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

Muara Badak

Rendi Solihin

rumput laut

Wakil Bupati Kukar