Pemerintahan Aulia–Rendi Mulai Menyusun Wajah Baru Birokrasi Kukar

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

**Keterangan Foto:** Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kukar di kawasan Jembatan Pendamping Besi II Tenggarong, Selasa (23/12/2025), menandai awal pengisian jabatan strategis pada era pemerintahan Aulia–Rendi. (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pemerintahan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mulai mengisi sejumlah jabatan strategis layanan publik setelah enam bulan berjalan sejak dilantik untuk periode 2025–2030. Langkah ini menandai fase awal konsolidasi birokrasi, terutama pada sektor kewilayahan dan pelayanan kesehatan.

Pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang digelar Selasa (23/12/2025). Empat posisi kunci resmi diisi, yakni Camat Kota Bangun, Camat Kembang Janggut, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris Muara Badak, serta Kepala Subbagian Tata Usaha rumah sakit tersebut.

Pelantikan camat di Kota Bangun dan Kembang Janggut mengakhiri masa jabatan pelaksana tugas yang telah berlangsung cukup lama. Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah strategis di Kutai Kartanegara, sehingga pengisian jabatan definitif dinilai penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan dan kesinambungan pelayanan publik di tingkat wilayah.

Sementara itu, penunjukan Direktur RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak menjadi bagian dari persiapan operasional rumah sakit baru milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Rumah sakit tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada April 2025, dengan seluruh sarana dan prasarana yang saat ini tengah disiapkan secara bertahap.

Dengan beroperasinya RSUD Aji Muhammad Idris, peta layanan kesehatan rujukan di Kutai Kartanegara akan semakin lengkap. Wilayah hulu dilayani RSUD Dayaku Raja Kota Bangun, wilayah tengah oleh RSUD A.M. Parikesit Tenggarong, serta wilayah pesisir oleh RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Abadi di Samboja. Kehadiran rumah sakit baru di Muara Badak diharapkan memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat pesisir dan kawasan industri.

Dari sisi legislatif, Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara Junadi menilai rotasi jabatan yang dilakukan pemerintah daerah sebagai bagian dari dinamika pemerintahan yang wajar. Menurutnya, pengisian jabatan diperlukan untuk mengisi kekosongan serta mendorong peningkatan kinerja birokrasi.

“Rotasi jabatan ini merupakan bagian dari dinamika pemerintahan dan diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Junadi.

Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa pelantikan dilakukan secara selektif dan belum menyeluruh, mengingat pada akhir tahun seluruh perangkat daerah tengah menjalani proses pertanggungjawaban pemerintahan. Karena itu, pergeseran organisasi difokuskan pada jabatan-jabatan yang dinilai paling mendesak.

Ia menegaskan bahwa penempatan pejabat didasarkan pada kinerja, bukan latar belakang personal, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Target kita satu. Kita tidak memandang siapa orangnya, tetapi kinerjanya. Karena kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” tegasnya.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan agenda peresmian infrastruktur pendukung di kawasan Jembatan Pendamping Besi II Tenggarong. Namun, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan bahwa fokus utama kebijakan ini adalah memastikan keberlanjutan pelayanan pemerintahan serta kesiapan fasilitas publik yang akan segera beroperasi. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara

Rendi Solihin

Wakil Bupati Kukar