Kategory
Info Daerah,
14-11-2024 12:04:00
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono. (Sumber : Sisikota)
SISIKOTA.COM - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berhasil mencatatkan kemajuan signifikan dalam penanganan masalah stunting, yang tercermin dalam penurunan angka stunting berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Angka stunting di Kukar menurun menjadi 15,9% pada tahun 2024, dibandingkan dengan 17,6% pada 2023 dan 27,1% pada 2022.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, memberikan apresiasi atas upaya bersama yang dilakukan melalui berbagai program intervensi. “Penurunan ini menandakan adanya intervensi yang efektif. Ini hasil kerja bersama yang patut diapresiasi,” ujar Sunggono, Kamis (14/11/2024).
Sunggono menjelaskan bahwa penurunan angka stunting di Kukar dicapai melalui dua pendekatan utama. Pendekatan pertama dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang fokus pada penyediaan akses air bersih, sanitasi, pendidikan kesehatan, dan bantuan sosial guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pendekatan kedua dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kukar dengan menyediakan layanan kesehatan seperti pemeriksaan kehamilan, pemberian makanan tambahan bergizi, dan pengawasan tumbuh kembang anak.
“Alhamdulillah, kedua pendekatan ini berjalan baik. Penurunan angka stunting juga terlihat dari audit kasus stunting yang kami lakukan,” tambah Sunggono.
Pemkab Kukar juga menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat penurunan stunting, termasuk perusahaan lokal yang berkontribusi dalam program pemberian makanan bergizi. Selain itu, para dokter anak turut memberikan pendampingan kepada orang tua terkait pola asuh dan perawatan kesehatan anak.
“Keterlibatan pihak lain, termasuk perusahaan, terbukti sangat membantu dalam pengentasan masalah stunting. Ini adalah kerja sama yang efektif dan menunjukkan hasil,” jelas Sunggono.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif. Pemkab Kukar berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting dan memastikan anak-anak di Kukar tumbuh sehat dan cerdas.
“Kita mampu dan berhasil, namun perjuangan ini harus berlanjut hingga angka stunting semakin kecil di masa mendatang,” pungkas Sunggono.
Penurunan angka stunting di Kutai Kartanegara adalah prestasi yang sangat signifikan dan menggembirakan. Tidak hanya angka statistik yang menurun, namun lebih penting lagi adalah perubahan nyata yang dirasakan oleh keluarga dan anak-anak di Kukar.
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menghadapi masalah sosial yang kompleks. Upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, serta pendekatan yang berbasis pada data dan audit yang akurat, menjadi kunci dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Semoga hal ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi daerah lain dalam upaya penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan keluarga. (SK-F/adv3)
Tags:
Diskominfo Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu