Kategory
Info Daerah,
18-02-2026 11:35:41
Kepala Bidang Pengembangan UMKM DiskopUKM Kutai Kartanegara, Santi Efendi (tengah), menyampaikan keterangan kepada awak media terkait proses verifikasi dan validasi data pelaku UMKM di Tenggarong, 14 Februari 2026. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Lebih dari 40 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat di Kutai Kartanegara. Namun hingga pertengahan Februari 2026, baru sekitar 1.000 pelaku usaha yang berhasil diverifikasi ulang status keaktifannya di lapangan.
Proses verifikasi dan validasi data tersebut tengah digalakkan Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar sebagai tindak lanjut arahan Bupati agar setiap organisasi perangkat daerah memiliki basis data riil sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembinaan usaha.
Dalam konferensi pers di Tenggarong pada 14 Februari 2026, Kepala Bidang Pengembangan UMKM DiskopUKM Kukar, Santi Efendi, mengungkapkan total UMKM yang tercatat saat ini mencapai 40.761 pelaku usaha yang tersebar di seluruh kecamatan. Namun, angka tersebut masih harus disaring kembali untuk memastikan mana yang benar-benar aktif berjualan dan mana yang hanya muncul pada momen tertentu.
“Ada yang sifatnya musiman, misalnya aktif saat Ramadan atau di event-event tertentu. Saat ini proses verifikasi sedang berjalan, kami ingin memastikan mana yang benar-benar aktif dan tidak. Kurang lebih ada sekitar 1.000 data pelaku usaha yang terupdate,” kata Santi.
Ia menjelaskan, verifikasi dilakukan secara langsung di lapangan dengan sistem pengecekan by name by address. Langkah ini ditempuh untuk menjaga akurasi data dan menghindari tercatatnya pelaku usaha yang sudah tidak lagi aktif.
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap satu hingga dua bulan sekali dengan menurunkan tim verifikator ke seluruh wilayah Kukar. Namun, proses tersebut belum bisa berjalan maksimal mengingat luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya yang tersedia.
“Karena yang di-update itu seluruh Kukar, tidak mungkin dalam waktu singkat terselesaikan,” ujarnya.
Saat ini, satu hingga dua tenaga verifikator harus menangani dua kecamatan sekaligus. Penambahan personel belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran, sehingga percepatan pendataan masih bergantung pada optimalisasi tenaga yang ada.
“Untuk menambah tenaga saat ini belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Satu orang harus menangani dua kecamatan sekaligus. Kita hanya bisa memaksimalkan tenaga yang ada,” jelasnya.
Data awal UMKM tersebut dihimpun melalui aplikasi internal dinas sejak pertengahan 2025 oleh tim tenaga ahli yang bekerja selama kurang lebih enam bulan. Dari pemetaan sementara, Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan jumlah pelaku usaha terbanyak, dengan kisaran sekitar 4.000 unit usaha.
DiskopUKM Kukar menegaskan, proses pembaruan data akan terus dilakukan secara bertahap. Data yang telah tervalidasi nantinya menjadi dasar dalam merumuskan program pembinaan, pendampingan, hingga bantuan bagi pelaku UMKM agar lebih tepat sasaran. (*)
Tags:
Diskop UKM Kukar
umkm kukar
umkm lokal
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu