Kategory
Info Daerah,
16-08-2025 12:59:27
Tulisan ikonik “Pulau Kumala” dengan latar Patung Lembuswana menjadi simbol destinasi wisata andalan di Tenggarong yang kini tengah direvitalisasi oleh Pemkab Kukar, Sabtu (16/8/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pulau Kumala di Tenggarong kembali menjadi pusat perhatian setelah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memacu rencana revitalisasinya dengan pendekatan kolaboratif. Pulau yang membentang di tengah Sungai Mahakam ini kini diarahkan bukan hanya sebagai destinasi hiburan, tetapi sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang menggabungkan ekologi, edukasi, dan ekonomi lokal.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan kebun binatang berbasis keberlanjutan, terinspirasi dari keberhasilan mini zoo di Tabang yang dikelola melalui kemitraan dengan PT Bayan. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa konsep ini bukan sekadar menambah wahana, melainkan menghadirkan ekosistem wisata terpadu. “Kami tidak lagi berfokus pada pemulihan, tetapi pada transformasi. Kebun binatang di Pulau Kumala bukan wacana semata, melainkan rencana terintegrasi dengan Waterpark dan mobilitas ramah lingkungan,” ujar Rendi dalam paparannya, Sabtu (16/8/2025).
Pulau Kumala yang memiliki luas 85 hektare ini memang sempat kehilangan gaungnya akibat pandemi, tetapi sejak 2022 pemerintah mulai melakukan pembenahan bertahap. Penataan area, perbaikan infrastruktur, hingga revitalisasi wahana lama menjadi bagian dari agenda besar. Proyek Waterpark yang ditargetkan rampung pada 2026 kini berdiri sebagai ikon baru, melengkapi konsep wisata seri: Waterpark sebagai pusat hiburan air, sementara kebun binatang sebagai ruang interaksi dengan alam dan edukasi.
Langkah inovatif lainnya adalah penerapan kendaraan listrik sebagai moda transportasi internal. Skuter, shuttle bus, hingga mobil kecil direncanakan beroperasi untuk menggantikan opsi pembangunan jembatan mobil senilai Rp800 miliar yang dianggap tidak efisien. Kebijakan ini sekaligus menjawab tantangan aksesibilitas dan mendukung misi ramah lingkungan.
Pemerintah juga membuka ruang luas bagi sektor swasta untuk terlibat melalui skema kemitraan pemerintah-swasta (PPP). Model ini diharapkan mengurangi beban APBD sekaligus memperkaya jaringan pengelolaan profesional, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar. “Investasi bukan sekadar dana, tapi juga keahlian, jaringan, dan visi jangka panjang,” tambah Rendi.
Dengan visi tersebut, Pulau Kumala ditargetkan bukan hanya bangkit kembali, tetapi juga tampil sebagai ikon wisata berkelas yang mampu bersaing di tingkat regional, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kukar. (nur/adv)
Tags:
Pulau Kumala
Rendi Solihin
Wakil Bupati Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu