Pemkab Salurkan Sisa Beasiswa Kukar Idaman Rp16 Miliar, 4.550 Penerima Tahap II Mulai Cair Pekan Depan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Ketergantungan mahasiswa Kukar pada bantuan pendidikan terasa nyata setiap kali pencairan beasiswa memasuki tenggat. Tekanan ekonomi rumah tangga memperkuat urgensi itu. Tahap II Beasiswa Kukar Idaman kembali diuji oleh alur administrasi yang hanya bergerak pada hari kerja, sementara kebutuhan mahasiswa berjalan tanpa jeda.

Rangkaian proses dimulai pada Sabtu, 15 November 2025, ketika Bagian Kesra menyiapkan berkas SPP dan SPM. Namun sistem pemerintah mencatat dokumen efektif pada Senin, 17 November. Pergeseran dua hari ini langsung berdampak pada tahapan berikutnya. “Kami sedang proses untuk SPP-SPM yang terhitung 17 November,” kata Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza.

SPP menjadi dasar permintaan pembayaran. SPM menandai selesainya verifikasi. Dua dokumen itu menjadi pintu masuk ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Tanpa keduanya, instruksi pencairan berupa SP2D tidak dapat terbit. “Kalau itu sudah rampung tanggal 17, itu juga langsung masuk ke BPKD untuk proses SP2D-nya,” ujar Dendi.

SP2D menentukan kapan dana mulai bergerak dari kas daerah ke bank penyalur. Dendi menyebut proses di BPKD umumnya berlangsung pada awal pekan. Ia meminta pengecekan lanjutan ke pejabat teknis. “Mungkin nanti bisa dikonfirmasi ke SP2D di Bu Wiwit,” ucapnya.

Setelah SP2D terbit, giliran Bank Kaltimtara yang bekerja membagi penyaluran untuk sekitar 4.500 penerima. Bank tidak mengirim dana dalam satu transaksi. Kapasitas sistem dan beban antrean menentukan batch penyaluran. “Tidak langsung semuanya. Empat ribu sekian itu tidak langsung masuk,” kata Dendi.

Gerak administrasi di akhir pekan adalah upaya mengejar waktu. Dendi menyebut timnya sengaja bekerja pada Sabtu agar berkas dapat langsung masuk sistem pada hari kerja berikutnya. “Kami kejar di hari weekend untuk proses SPP-SPM-nya,” ujarnya. Namun seluruh dokumen tetap tercatat efektif pada 17 November karena sistem hanya mengenali hari kerja pemerintah. “Saya lihat di sistem terhitungnya 17 November. Jadi terhitung Senin SPM-nya,” katanya.

Total anggaran beasiswa tahun ini, termasuk beasiswa kerja sama, mencapai sekitar Rp16 miliar. Prioritas pencairan tahap pertama dialokasikan untuk beasiswa stimulant yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi mahasiswa. Setelah itu barulah penyaluran beasiswa kerja sama dengan perguruan tinggi.

Kesra memastikan seluruh data by name, by address, serta keaktifan rekening sudah diverifikasi. Tahapan ini penting karena pada pencairan sebelumnya terdapat rekening pasif yang membuat gagal salur. Validasi tambahan dilakukan hingga bulan lalu, termasuk pengaktifan ulang rekening yang masih memungkinkan. Untuk data yang tetap bermasalah, Kesra melakukan kontak langsung kepada mahasiswa agar keterlambatan tidak terulang.

Proses internal tahap II disebut sudah rampung sepenuhnya dan sekaligus menyelesaikan sisa penerima dari tahap sebelumnya. “Sudah bekerja maksimal untuk pencairan tahap ini. Tahap ke-2 yang merampungkan sisa kemarin,” ujar Dendi.

Setelah dokumen tercatat resmi pada Senin, alur bergeser ke BPKAD dan bank. Pada kondisi normal, SP2D dapat terbit pada hari yang sama, dan penyaluran bertahap di bank mulai berlangsung pada Selasa, 18 November 2025. Dampaknya tetap terasa di mahasiswa: pencairan bergantung pada ritme administrasi, bukan kebutuhan yang mendesak di lapangan. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

beasiswa kukar idaman