Kategory
Info Daerah,
07-01-2026 09:39:23
Tim SAR gabungan bersama kepolisian melakukan pencarian korban tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Jetty PT Astiku Sakti, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Senin (5/1/2026) malam. (Istimewa)
Sangasanga, SISIKOTA.COM - Sungai Mahakam kembali memakan korban. Seorang pekerja dilaporkan hilang setelah perahu ketinting yang ditumpanginya terbalik usai menabrak buritan ponton di perairan Sungai Mahakam, kawasan Jetty PT Astiku Sakti, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Senin (5/1/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.25 Wita, saat tiga orang karyawan pulang kerja menggunakan satu perahu ketinting. Diduga kuat arus sungai yang deras membuat perahu kehilangan kendali hingga menghantam bagian belakang ponton dan terbalik. Ketiga penumpang tercebur ke sungai.
Dua orang penumpang, AH (23) dan Y (38), berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu korban lainnya, RTH (38), hingga Senin malam masih belum ditemukan. Korban diketahui tidak dapat berenang dan terakhir terlihat mengenakan pakaian kerja warna hijau serta celana jeans biru tua.
Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Sangasanga langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi. Pencarian korban dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Ditpolairud Polda Kaltim, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Sangasanga, Damkar Sangasanga, serta dibantu warga sekitar.
Kapolsek Sangasanga, AKP Muhamad Zulhijah, mengatakan upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan personel, mengingat kondisi arus Sungai Mahakam pada malam hari cukup berisiko.
“Sejak menerima laporan, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Pencarian masih terus dilakukan,” ujarnya.
Untuk memperkuat operasi, tim Basarnas dijadwalkan tiba di lokasi pada Selasa pagi (6/1/2026) dan akan mendirikan posko pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih berlangsung. Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas transportasi air di Sungai Mahakam, khususnya bagi para pekerja yang setiap hari bergantung pada jalur sungai sebagai akses utama mobilitas dan penghidupan. (*)
Tags:
sangasanga
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu