Perkuat Pangan Tanpa Bikin Uang Keluar Desa, Loa Duri Ilir Raih Penghargaan Nasional

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Desa Loa Duri Ilir Fachri Arsyad menunjukkan piagam dan trofi Juara 3 Ketahanan Pangan Desa tingkat nasional yang diraih pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Desa Loa Duri Ilir di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, membangun ketahanan pangan dengan satu prinsip utama: memastikan tidak ada uang yang keluar dari desa. Model pertanian dan peternakan terintegrasi itu mengantarkan desa tersebut meraih Juara 3 Ketahanan Pangan Desa tingkat nasional pada peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan Desa Loa Duri Ilir mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Model yang diterapkan tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga membangun rantai nilai ekonomi di tingkat desa.

Kepala Desa Loa Duri Ilir Fachri Arsyad menjelaskan, ketahanan pangan di desanya dikembangkan melalui sistem terintegrasi yang menghubungkan sektor pertanian, peternakan, dan pemasaran. Petani didorong menanam jagung, yang kemudian diolah menjadi pakan ternak. Pakan tersebut digunakan untuk mendukung usaha ayam petelur, sementara hasil telurnya dipasarkan ke swalayan.

“Target utama kami adalah memastikan tidak ada uang yang keluar dari desa. Semua proses kami bangun agar saling terhubung dan memberi nilai tambah bagi warga,” ujar Fachri.

Ia menambahkan, seluruh hasil pertanian dimanfaatkan secara menyeluruh. Sisa tanaman jagung seperti batang dan daun turut diolah kembali menjadi pakan ternak, sehingga tidak ada limbah yang terbuang dan perputaran ekonomi tetap terjadi di tingkat desa.

Keberhasilan tersebut, menurut Fachri, merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari kelompok tani, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga dukungan pemerintah daerah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Ahmad Taufik Hidayat yang hadir dalam peringatan Hari Desa Nasional menyampaikan apresiasi atas capaian Desa Loa Duri Ilir. Ia menilai prestasi tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Model ketahanan pangan Desa Loa Duri Ilir menunjukkan bahwa kemandirian pangan dapat dibangun dari potensi lokal jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kata Ahmad Taufik, berkomitmen memberikan dukungan kebijakan, pendampingan, serta penguatan program lintas organisasi perangkat daerah agar model ketahanan pangan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kukar.

Untuk menjaga keberlanjutan, Pemerintah Desa Loa Duri Ilir juga mendorong dukungan dari pemerintah kabupaten dan badan riset daerah guna menyusun peta jalan pengembangan ketahanan pangan berbasis riset.

“Kami ingin desa ini benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri. Dengan roadmap yang jelas dan dukungan semua pihak, kami yakin ketahanan pangan dan ekonomi desa bisa tumbuh berkelanjutan,” kata Fachri. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

loa duri ilir