Produk UPVC Lokal Berpotensi Ubah Standar Material Turap di Samarinda, FT Unmul Lakukan Penilaian Teknis

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Dekan Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Tamrin, berdiskusi dengan manajemen PT Berkat Indohana Lestari saat meninjau sampel material UPVC dalam agenda audiensi di Kampus FT Unmul, Samarinda. (Istimewa)


Samarinda, SISIKOTA.COM - Selama beberapa dekade proyek turap di Samarinda bertumpu pada sheet pile beton dan baja. Kini, muncul peluang baru setelah Fakultas Teknik Universitas Mulawarman melihat produk UPVC pabrik lokal yang diklaim lebih ringan, lebih murah, dan berpotensi mengubah pola belanja infrastruktur daerah.

Audiensi Tm FT Unmul, arsitek, serta beberapa praktisi teknik bangunan dengan PT Berkat Indohana Lestari (BIL) di ruang rapat FT Unmul beberapa waktu lalu menjadi kesempatan bagi akademisi melihat langsung proses produksi dan karakteristik material UPVC yang ditawarkan perusahaan tersebut. Produk yang dipresentasikan mulai dari atap, pintu, kusen, hingga sheet pile yang belakangan menjadi perhatian utama.

Dekan FT Unmul, Tamrin, menyebut audiensi itu sebagai langkah awal untuk mengenal kemampuan industri lokal sekaligus menilai apakah ada ruang kolaborasi dalam pengujian maupun pengembangan produk. Ia mengatakan kampus memiliki perangkat laboratorium dan tenaga ahli yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut jika diperlukan. “Kalau ada kebutuhan untuk pendampingan atau kajian material, tentu bisa kita bahas,” ujarnya.

Pihak BIL memaparkan berbagai klaim terkait sheet pile UPVC, termasuk potensi penekanan biaya hingga 50 persen dibanding material beton atau baja. Menurut perusahaan, bobot yang lebih ringan membuat mobilisasi lebih sederhana, dan instalasi tidak memerlukan alat berat dalam jumlah besar. Bahan tersebut, kata mereka, telah melalui uji laboratorium Universitas Brawijaya.
Penjelasan ini menarik perhatian tim FT Unmul yang menilai material tersebut layak dipertimbangkan dalam proyek-proyek turap di daerah, termasuk penanganan Sungai Karang Mumus yang selama ini menggunakan sheet pile konvensional. Tamrin menyebut hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah apabila mereka mengevaluasi alternatif material.

Selain sheet pile, perusahaan juga memperkenalkan lini produk lain dalam merek Hana UPVC, termasuk konsep rumah yang sebagian besar komponennya terbuat dari UPVC. BIL menyampaikan bahwa 50 unit rumah berbahan UPVC saat ini sedang dibangun di Kutai Timur.

Manajemen BIL berharap ada kolaborasi lanjutan dengan FT Unmul untuk menyempurnakan kualitas produk. Mereka menyebut bahan baku yang digunakan bebas timbal dan siap diuji ulang oleh pihak kampus. Perusahaan mengklaim pasar mereka telah menjangkau beberapa provinsi luar Kaltim dan sedang mempersiapkan ekspor ke Malaysia.

UPVC (unplasticized polyvinyl chloride) merupakan turunan PVC tanpa bahan pelunak tambahan, sehingga karakter materialnya lebih kaku dan tahan cuaca. Sifat tersebut menjadikan UPVC kerap dipakai sebagai alternatif kayu, besi, maupun spandek dalam konstruksi. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

UPVC