Kategory
Info Daerah,
11-01-2026 11:39:39
Hamparan sawah padi di Kalimantan Timur menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi beras daerah. (Dok. Sisikota.com)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Produksi beras Kalimantan Timur pada 2025 mengalami peningkatan, meski ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah belum sepenuhnya teratasi. Data sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Kaltim mencapai 158.442 ton, naik 9,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain produksi, luas panen juga meningkat menjadi 66.602 hektare atau naik 5,65 persen dari 2024 yang tercatat seluas 63.041 hektare. Dengan capaian tersebut, pemenuhan kebutuhan beras daerah kini berada di kisaran 60 persen, meningkat dari kondisi sebelumnya yang masih sekitar 30 persen.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyebut capaian itu sebagai hasil dari sejumlah intervensi teknis di sektor pertanian.
“Dulu hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan beras, kini sudah mencapai 60 persen,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, peningkatan produktivitas didorong oleh rekayasa lahan melalui penambahan kapur dan dolomit serta penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). Upaya tersebut, kata dia, mampu meningkatkan hasil panen padi dari rata-rata 3–4 ton menjadi 6–7 ton per hektare dalam satu kali panen.
Meski demikian, Pemprov Kaltim mengakui upaya menuju swasembada beras masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Keterbatasan lahan subur, perubahan iklim, risiko bencana alam, hingga fluktuasi harga pangan dinilai berpotensi mengganggu stabilitas produksi.
“Program besar Kaltim dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, menghadapi tantangan besar yang harus disikapi seluruh komponen sektor pertanian,” kata Seno.
Tantangan lain yang disebutkan meliputi kondisi perekonomian global, keterbatasan infrastruktur pertanian, persoalan ketersediaan air, serta pertumbuhan penduduk yang dinilai mulai melampaui kapasitas lahan tersedia.
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Pemprov Kaltim menargetkan perluasan lahan pertanian dari sekitar 33 ribu hektare menjadi 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan. Pemerintah daerah juga mendorong regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda melalui program Brigade Pangan, Pemuda Tani Indonesia, dan Petani Milenial, disertai dukungan sarana produksi.
“Ketahanan pangan bukan sekadar angka, tetapi kerja bersama antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Seno Aji.
Pemprov Kaltim menilai peningkatan produksi beras dalam 10 bulan terakhir sebagai kemajuan awal dalam agenda ketahanan pangan daerah. Namun, pemenuhan kebutuhan beras secara mandiri masih bergantung pada keberlanjutan kebijakan, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan daerah mengelola risiko jangka panjang di sektor pertanian. (*)
Tags:
produksi beras kaltim
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu