Program Rp150 Juta per RT di Kukar Masuk Tahap Teknis, Pendekar Disiapkan Kawal Pelaksanaan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat diwawancarai awak media usai membuka kegiatan HMI Cabang Kukar. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Program RT-KU Terbaik senilai Rp150 juta per RT mulai mendekati tahap pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini menyiapkan perangkat teknis, pendamping lapangan, serta instrumen pengendalian agar program tersebut berjalan sesuai aturan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan RT-KU Terbaik merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah. Program ini dirancang untuk memperkuat kegiatan sosial kemasyarakatan di tingkat rukun tetangga.

“Dana Rp150 juta per RT itu merupakan bagian dari program yang kami sebut RT-KU Terbaik. Implementasinya adalah bantuan program sebesar Rp150 juta per RT untuk penguatan sosial kemasyarakatan,” ujar Aulia.

Hal itu disampaikan Aulia usai membuka kegiatan LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Aulia, program dengan cakupan hingga tingkat RT membutuhkan sistem pengendalian yang jelas. Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan anggaran, tetapi juga pelaksana, pengawas, dan pendamping teknis.

“Dalam pelaksanaannya tentu ada dananya, ada pelaksananya, ada instrumen pengawasan, dan ada instrumen pengendalian. Nah, Pendekar ini merupakan instrumen yang kami siapkan untuk mengendalikan pelaksanaan program tersebut,” katanya.

Aulia menjelaskan, fungsi pengawasan dalam program RT-KU Terbaik akan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Inspektorat. Keduanya menjadi bagian dari sistem pengendalian yang disiapkan agar penggunaan anggaran tetap berada dalam koridor aturan.

“Untuk pengawasannya berada di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Inspektorat,” jelasnya.

Saat ini, regulasi yang menjadi dasar hukum program telah selesai disusun. Pemerintah daerah tinggal menuntaskan perangkat teknis agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan.

“Instrumen regulasi hukumnya sudah selesai. Saat ini yang sedang dipersiapkan adalah instrumen implementasi teknisnya,” ujar Aulia.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Pemkab Kukar telah merekrut tenaga ahli tingkat kabupaten. Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan proses rekrutmen Pendekar atau pendamping desa dan kelurahan.

Pendamping tersebut akan bertugas mengendalikan pelaksanaan pembiayaan program Rp150 juta per RT di tingkat desa dan kelurahan.

“Kemarin saya mendapat laporan bahwa tenaga ahli tingkat kabupaten sudah direkrut. Selanjutnya akan direkrut Pendekar atau pendamping desa dan kelurahan yang bertugas mengendalikan pembiayaan program Rp150 juta per RT di tingkat desa dan kelurahan,” katanya.

Aulia menargetkan program RT-KU Terbaik dapat diluncurkan dalam waktu dekat setelah seluruh perangkat pendukung siap dijalankan.

“Kami menargetkan peluncuran program ini sebelum tanggal 23,” ujarnya.

Ia juga memastikan anggaran untuk mendukung program sosial kemasyarakatan tersebut telah disiapkan pemerintah daerah. Menurut Aulia, ketersediaan anggaran untuk program itu dalam kondisi aman.

Dengan tahapan tersebut, pelaksanaan RT-KU Terbaik akan bertumpu pada kesiapan regulasi, instrumen teknis, pendamping lapangan, serta pengawasan dari BPD dan Inspektorat. Pemerintah daerah masih menyiapkan perangkat pelaksanaan sebelum program Rp150 juta per RT itu resmi diluncurkan. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

RT-KU Terbaik

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara