Kategory
Info Daerah,
06-06-2026 19:58:13
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kukar, Arianto. (Harry/sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Program RT-KU Terbaik dengan dukungan Rp150 juta per RT mulai masuk tahap persiapan teknis. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini menyiapkan tujuh tenaga ahli Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik atau Pendekar sebagai bagian dari struktur pendampingan program.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pelaksanaan RT-KU Terbaik telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2026.
Perbup tersebut menjadi pedoman utama sebelum program turun ke tahap implementasi di lapangan.
“Dalam merealisasikan program dedikasi RT-KU Terbaik itu harus ada regulasi. Bentuknya peraturan bupati. Alhamdulillah sudah terbit di akhir Mei kemarin,” ujar Arianto saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).
Menurut Arianto, regulasi menjadi tahap awal yang penting karena program tersebut akan melibatkan struktur pendampingan dari tingkat kabupaten hingga RT.
Ia menjelaskan, pendamping tidak hanya disiapkan di tingkat kabupaten, tetapi juga dirancang sampai kecamatan, desa, kelurahan, dan RT.
“Di samping itu, kita merencanakan ada pendamping di tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan, bahkan sampai RT. Regulasi itu sudah tersedia dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2026,” katanya.
Setelah Perbup terbit, DPMD Kukar membuka rekrutmen tenaga ahli pendamping tingkat kabupaten. Dari proses tersebut, tujuh orang telah melalui tahapan seleksi.
Arianto menyebut seleksi itu meliputi tes tertulis, wawancara, hingga masa sanggah. Saat ini, tujuh tenaga ahli tersebut masih menunggu penetapan resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kukar.
“Setelah perbup terbit, kami membuat pengumuman untuk merekrut tenaga ahli pendamping kabupaten. Jumlahnya tujuh orang,” jelasnya.
Arianto mengatakan, masa kerja tenaga ahli akan dievaluasi setiap tahun. Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar apakah masa kerja mereka diperpanjang atau dilakukan pergantian.
Setelah SK diterbitkan, tujuh tenaga ahli tersebut akan mulai menyusun konsep, mekanisme, dan petunjuk teknis pelaksanaan RT-KU Terbaik.
“Mereka ini adalah tenaga ahli tingkat kabupaten yang nanti membuat konsep dan mekanisme agar program ini bisa implementatif,” ujarnya.
Selain menyusun konsep, tenaga ahli juga akan merancang sistem kerja pendampingan di tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT.
Sistem tersebut mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, sosialisasi, publikasi, serta evaluasi program.
Arianto menjelaskan, tujuh tenaga ahli tingkat kabupaten itu akan mengawal pelaksanaan program di 20 kecamatan se-Kutai Kartanegara.
Skema pembagian tugas masih akan dibahas setelah SK diterbitkan. Pembagian dapat dilakukan berdasarkan zona wilayah atau bidang kerja masing-masing.
“Nanti kita akan rapat koordinasi untuk membagi tugas. Bisa berdasarkan zona atau bidang kerja,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa bidang yang kemungkinan akan dikerjakan tenaga ahli meliputi pengelolaan data, laporan, sosialisasi dan publikasi, serta evaluasi pelaksanaan program.
“Ada yang membidangi laporan, ada yang membidangi publikasi dan sosialisasi, ada juga yang membidangi evaluasi pelaksanaan,” jelasnya.
Dengan struktur pendamping tersebut, Pemkab Kukar ingin memastikan program RT-KU Terbaik dapat berjalan lebih terarah hingga tingkat RT.
Namun, program ini belum langsung masuk tahap pelaksanaan di lapangan. Pemerintah masih menunggu penetapan resmi tujuh tenaga ahli melalui SK Bupati, sebelum melanjutkan finalisasi mekanisme dan petunjuk teknis pelaksanaan program.
Dengan tahapan itu, pelaksanaan RT-KU Terbaik akan bertumpu pada tiga hal utama: regulasi melalui Perbup, kesiapan tenaga pendamping, dan petunjuk teknis yang menjadi dasar kerja di tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT. (rry)
Tags:
Arianto
DPMD Kukar
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu