Kategory
Info Daerah,
02-02-2026 02:15:11
Jembatan bailey yang terdapat di Jongkang, Kutai Kartanegara. (Dok Sisikota.com)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Infrastruktur darurat yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan mobilitas warga pedalaman Kalimantan Timur akan segera digantikan. Pemerintah pusat memastikan seluruh Jembatan Bailey yang menghubungkan jalur darat di wilayah hulu, termasuk Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu, akan dibangun ulang menjadi jembatan permanen yang lebih kokoh.
Kebijakan tersebut disampaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat kunjungan kerja ke wilayah tengah Kaltim, meliputi Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Kepala Dinas PUPR Kaltim AM Fitra Firnanda menjelaskan, pada ruas jalan Tering–Ujoh Bilang terdapat belasan Jembatan Bailey yang selama ini menjadi penghubung utama antarwilayah. Sementara hingga ke wilayah Long Apari dan Long Pahangai, jumlah Jembatan Bailey yang digunakan mencapai sekitar 40 unit.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meminta Dinas PUPR segera melakukan pendataan secara valid terhadap seluruh Jembatan Bailey yang akan diganti. Pendataan tersebut diperlukan sebagai dasar pembangunan jembatan permanen yang lebih aman dan berkelanjutan.
Menurut Gubernur, kondisi Jembatan Bailey yang telah dimakan usia kerap menghambat mobilitas warga pedalaman. Ketergantungan pada infrastruktur darurat ini juga berdampak pada distribusi logistik dan hasil pertanian dari wilayah hulu menuju pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Timur.
Penggantian Jembatan Bailey, ujarnya, bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan warga serta kelancaran aktivitas ekonomi. Infrastruktur yang kokoh dinilai akan mempercepat pergerakan barang dan meningkatkan akses masyarakat pedalaman.
Sejumlah Jembatan Bailey yang digantikan nantinya akan kembali menjadi aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jembatan-jembatan tersebut akan dialihkan ke lokasi lain yang masih membutuhkan infrastruktur darurat, terutama di titik-titik krusial wilayah pelosok.
Kadis PUPR Kaltim menambahkan, Jembatan Bailey yang ada saat ini masih layak digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung konektivitas wilayah lain, termasuk jalur Bongan di Kutai Barat hingga Sotek di Penajam Paser Utara.
Penggantian Jembatan Bailey dengan jembatan permanen ini diharapkan mengakhiri ketergantungan warga pedalaman terhadap infrastruktur sementara, sekaligus membuka akses darat yang lebih aman dan berkelanjutan bagi kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah hulu Kalimantan Timur. (*)
Tags:
jembatan bailey kaltim
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu