Kategory
Info Daerah,
16-01-2026 11:30:18
Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin meninjau langsung fasilitas radioterapi saat peresmian Layanan Kanker/Onkologi Terpadu di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Kamis (15/1/2026). (Istimewa)
Tenggarong Seberang, SISIKOTA.COM - Pasien kanker di Kutai Kartanegara kini tidak lagi harus menunggu hingga tiga bulan untuk mendapatkan layanan radioterapi di luar daerah. RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang resmi mengoperasikan Layanan Kanker/Onkologi Terpadu yang dilengkapi fasilitas radioterapi, menandai lompatan besar pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten.
Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Bupati Kutai Kartanegara dr. Aulia Rahman Basri, Kamis (15/1/2026), bersamaan dengan pengoperasian Paviliun Nuri sebagai layanan eksekutif rumah sakit serta peresmian jalan baru yang menjadi akses masuk resmi menuju RSUD AM Parikesit. Peresmian turut dihadiri Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Sekretaris Daerah Kukar H. Sunggono, Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti, dan unsur Forkopimda Kukar.
Bupati Aulia Rahman Basri menyatakan, hadirnya Layanan Kanker Terpadu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Kukar terhadap layanan kesehatan spesialis yang selama ini terbatas. Dengan fasilitas radioterapi yang kini beroperasi, pasien kanker tidak lagi harus dirujuk keluar daerah untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Baik pasien yang masih bisa dilakukan tindakan operasi maupun yang tidak operable kini dapat ditangani di sini. Yang operable melalui pembedahan, sedangkan yang tidak dapat melalui kemoterapi dan radioterapi,” ujar Aulia.
Data menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat sekitar 540 pasien asal Kutai Kartanegara yang dirujuk untuk tindakan radioterapi, belum termasuk pasien dari Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan wilayah sekitar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu yang selama ini bisa mencapai sekitar tiga bulan.
Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti menjelaskan, pengoperasian Gedung Kanker Terpadu di Gedung Murai merupakan bagian dari pengembangan rumah sakit menuju sistem pelayanan berbasis 24 Kelompok Pelayanan atau Major Diagnostic Categories (MDC). Sistem ini menilai rumah sakit berdasarkan kemampuan sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan alat kesehatan di berbagai bidang spesialisasi.
“Rumah sakit tidak lagi hanya diklasifikasikan berdasarkan kelas A, B, C, atau D, tetapi juga berdasarkan tingkat kompetensi, mulai dari Dasar, Madya, Utama, hingga Paripurna,” jelas Martina.
Ia menambahkan, pengembangan RSUD AM Parikesit telah dilakukan secara bertahap selama empat tahun terakhir untuk memenuhi standar layanan terkini. Pendanaan pembangunan sebagian besar bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan didukung APBD Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain layanan kanker terpadu, RSUD AM Parikesit juga mengembangkan berbagai layanan medis canggih lainnya, seperti bedah saraf, uronefro, kardiovaskular, kateterisasi jantung, serta layanan kemoterapi dan pembedahan tumor.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kukar juga meresmikan Paviliun Nuri sebagai layanan eksekutif rumah sakit. Paviliun ini dilengkapi poliklinik eksekutif serta ruang perawatan VIP dan VVIP, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan di luar skema BPJS.
Bupati juga meresmikan jalan baru sebagai akses masuk resmi menuju RSUD AM Parikesit melalui jalur Gedung Karang Melenu. Akses tersebut dinilai lebih dekat dari Kota Tenggarong dan dirancang untuk mendukung sistem zoning layanan rumah sakit modern.
Dengan pengoperasian layanan kanker terpadu, fasilitas eksekutif, serta akses masuk baru, RSUD AM Parikesit diharapkan semakin berperan sebagai pusat layanan kesehatan rujukan regional di Kalimantan Timur. (*)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
rsud am parikesit
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu