Kategory
Info Daerah,
18-11-2024 17:12:00
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kukar. (Sisikota)
SISIKOTA.COM - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto, memaparkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-19 DPRD Kukar, Senin (18/11/2024). Ia menyampaikan bahwa penyusunan RAPBD bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen strategis penting untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.
“Penyusunan RAPBD ini harus dilakukan secara terintegrasi dan konsisten agar pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp7,31 triliun. “Pendapatan daerah ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,09 triliun dan pendapatan transfer senilai Rp6,21 triliun,” ungkapnya. Bambang merinci, PAD berasal dari pajak daerah sebesar Rp274,77 miliar, retribusi daerah Rp4,83 miliar, serta pengelolaan kekayaan daerah Rp44,14 miliar.
Untuk belanja daerah, Bambang menyebutkan totalnya mencapai Rp7,58 triliun. “Belanja terbesar adalah belanja operasi, yaitu belanja pegawai sebesar Rp2,45 triliun dan belanja barang dan jasa sebesar Rp2,64 triliun,” jelasnya. Selain itu, belanja modal yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur sebesar Rp1,61 triliun, belanja tidak terduga Rp50 miliar, dan belanja transfer ke instansi pemerintah sebesar Rp768 miliar.
Meski RAPBD 2025 mengalami defisit sebesar Rp267 miliar, Bambang menegaskan bahwa hal ini dapat diatasi melalui Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya. “Defisit ini dapat ditutupi dari SILPA yang diperkirakan mencapai Rp267,44 miliar,” katanya.
Dalam pidatonya, Bambang juga menekankan beberapa prioritas pembangunan tahun 2025. “Kami memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Bambang berharap RAPBD 2025 dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kukar secara keseluruhan. “Kami ingin memperkuat perekonomian daerah dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Bambang menyampaikan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan partisipatif. “Dengan dukungan semua pihak, kami optimis RAPBD 2025 akan menjadi instrumen yang efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (SK-F/adv3)
Tags:
Diskominfo Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu