Rencana Arena Golf di Pulau Kumala Didukung KADIN Kukar dan Investor Nasional

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Ilustrasi Pulau Kumala jika dibangun lapangan golf di dalamnya. (AI)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Wacana pembangunan arena golf di Pulau Kumala kini menguat, seiring dukungan terbuka dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kutai Kartanegara. Rencana ini digagas langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, sebagai bagian dari upaya revitalisasi kawasan wisata andalan tersebut.

Dukungan itu datang dari Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KADIN Kukar, Dedi Sudarya. Menurutnya, Pulau Kumala memiliki potensi lokasi yang sangat ideal untuk pengembangan arena golf. Posisi pulau yang strategis, ditambah luasan lahan yang tersedia, menjadi faktor utama yang memungkinkan gagasan ini diwujudkan secara konkret.

“Pembangunan arena golf akan memberi nilai tambah bagi Kukar, khususnya Pulau Kumala. Ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus langkah strategis dalam mendukung ekosistem pariwisata kita,” ujar Dedi.

Ia menilai, keberadaan arena golf akan memberi pengaruh positif terhadap geliat perekonomian lokal. Terutama di wilayah Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya, yang selama ini menjadi titik sentral pengembangan sektor wisata daerah.

Lebih dari itu, kata Dedi, rencana ini juga akan memperkuat komitmen Bupati Aulia Rahman Basri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi non-APBD. “Kita ingin Kukar tumbuh melalui skema pembiayaan swasta murni. Tidak mengandalkan APBD,” tegasnya.

Sejalan dengan wacana ini, KADIN Kukar juga telah mengambil langkah konkret. Selama dua bulan terakhir, mereka aktif menjajaki komunikasi dengan sejumlah calon investor dari Jakarta yang menunjukkan minat tinggi terhadap Pulau Kumala.

Menurut Dedi, investor yang tertarik bukan hanya datang dari sektor olahraga, tetapi juga hiburan dan rekreasi. Di antaranya, ada yang mengusulkan pembangunan sirkuit balap, marina F1, pusat hiburan malam, hingga sarana glamping dan arena bermain keluarga. “Ini peluang besar untuk membangun kawasan wisata terpadu,” katanya.

KADIN Kukar menilai, revitalisasi Pulau Kumala tidak hanya akan berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga budaya dan sosial masyarakat Kukar. Pulau ini diyakini mampu menjadi ikon baru investasi wisata di Kalimantan Timur.

“Kawasan Pulau Kumala punya kekuatan tersendiri. Jika dikelola secara profesional, ia mampu menjadi magnet bagi investor tanpa membebani APBD,” tutup Dedi Sudarya.

Sebelumnya, rencana pembangunan arena golf di Pulau Kumala telah diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto. Ia menjelaskan bahwa Pulau Kumala merupakan salah satu aset wisata strategis Kukar yang belum dioptimalkan. Gagasan membangun lapangan golf merupakan bagian dari misi Bupati Aulia Rahman Basri untuk mengembangkan sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

Menurut Arianto, pembangunan fasilitas golf ini diproyeksikan mendukung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang ke depannya akan banyak dikunjungi kalangan menengah ke atas. Kukar, lanjutnya, bisa menjadi destinasi relaksasi setelah kunjungan bisnis ke IKN.

"Namun tentu saja, wacana tersebut masih harus melalui kajian mendalam," ujar Arianto. Ia menyebut, pembagian kawasan wisata juga akan dipertimbangkan. Pulau Kumala akan dikembangkan dalam dua kluster: kluster golf untuk wisata premium dan kluster rekreasi umum dengan wahana seperti taman bermain dan waterboom.

Dari sisi infrastruktur, masyarakat mengusulkan kemudahan akses menuju pulau, termasuk rencana pembangunan jembatan atau jalur kendaraan cepat. Namun, struktur tanah Pulau Kumala yang merupakan lahan urukan memerlukan kajian teknis lebih lanjut sebelum hal itu direalisasikan.

"Semua wacana ini akan ditindaklanjuti dengan kajian teknis, analisis peminat, dan integrasi dengan RPJMD Kukar 2025–2030 serta master plan dari Kementerian Pariwisata," tutup Arianto. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

Kota Tenggarong

Kukar

Kutai Kartanegara

Pulau Kumala

Tenggarong