Kategory
Info Daerah,
02-07-2025 09:56:28
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menyampaikan tanggapan pemerintah daerah terhadap pandangan fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna ke-17 masa sidang III di ruang sidang utama DPRD Kukar, Selasa (1/7/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Suasana ruang sidang utama DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (1/7/2025) terasa formal namun sarat tensi konstruktif. Deretan kursi pimpinan dan anggota dewan terisi penuh saat agenda Rapat Paripurna ke-17 masa sidang III dimulai. Di podium, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin berdiri tegak, membacakan tanggapan pemerintah daerah atas pandangan fraksi-fraksi terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024.
Rendi mengawali dengan apresiasi terhadap masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD. Ia mengakui, meski sebagian besar program pembangunan berjalan sesuai rencana, masih terdapat sejumlah kegiatan yang pelaksanaannya belum maksimal. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting untuk memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi di setiap perangkat daerah agar serapan anggaran di tahun-tahun mendatang bisa lebih optimal.
Salah satu isu yang mengemuka adalah besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) 2024. Menjawab hal ini, Rendi menegaskan bahwa tingginya SILPA bukan semata akibat rendahnya serapan anggaran, melainkan juga dipengaruhi faktor teknis. “Besarnya SILPA 2024 bukan semata karena rendahnya serapan, tapi karena adanya earmark dari pusat yang cair di akhir tahun dan perubahan mekanisme penyaluran dana transfer,” jelasnya.
Ia memastikan SILPA tersebut tidak akan mengendap, melainkan dimanfaatkan maksimal pada pelaksanaan APBD 2025. Fokus utamanya diarahkan pada program penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sektor kesehatan dan pendidikan. Rendi menegaskan bahwa realisasi anggaran pada tahun berjalan akan lebih diarahkan pada kebutuhan mendesak yang menyentuh langsung masyarakat.
Menanggapi catatan DPRD mengenai perlunya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rendi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merumuskan strategi untuk menaikkan PAD secara bertahap selama lima tahun ke depan. Optimalisasi potensi daerah akan dilakukan melalui sinergi dengan Perseroda, Perusda, dan BUMD, di samping memperluas sumber-sumber pendapatan baru. “Kami targetkan PAD terus meningkat minimal lima tahun ke depan. Potensi kita masih besar dan akan terus kita gali,” tegasnya.
Rapat paripurna tersebut menandai kelanjutan proses pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, dengan pemerintah daerah dan DPRD berkomitmen menjaga sinergi demi pencapaian target pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan. (nur/adv)
Tags:
DPRD Kukar
Rendi Solihin
Wakil Bupati Kukar
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu