Kategory
Budaya,
Info Kota,
13-02-2024 21:08:00
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura didepan Kedaton bersama pengurus SK2 (foto: SK2 arsip)
Sultan Kutai Adji M. Arifin mengambil sumpah para pengurus (foto: SK2 arsip) Dalam sambutannya sesaat setelah dikukuhkan sebagai Panglima Pore, Edy Damansyah sempat berkelakar dengan mengatakan bahwa ibarat dalam organisasi ketentaraan maka jabatan Panglima Pore itu berarti adalah komandan tertinggi. Apapun arahan dan instruksi panglima, itulah berarti yang harus dijalankan oleh anggotanya. "Berarti kalau panglima bilang serbu, semua harus bergerak nyerbu" kata Edy yang disambut oleh tawa dan tepuk tangan masyarakat dan para undangan yang hadir. Petinggi Pore SK2 yang baru dilantik, Thauhid Afrilian Noor pada kesempatan lain menegaskan bahwa organisasi SK2 ini adalah organisasi orang Kutai yang secara khusus bertugas melestarikan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan budaya tanah Kutai, terutama ditengah dinamika kekinian yang serba modern. Namun demikian, dengan dukungan seluruh pengurus dan keterlibatan masyarakat Kutai secara umum ia tetap optimis Kutai sebagai entitas budaya akan mampu bertahan dan berkembang melintasi perjalanan peradaban hingga ke masa depan. Prosesi pelantikan pengurus SK2 Kukar kemarin berlangsung cukup menarik karena mengambil lokasi di depan Kedaton Kutai Kartanegara yang bersebelahan dengan masjid bersejarah yaitu masjid Jami' Hasanudin. Dalam acara tersebut juga diketengahkan beberapa karya tari dari sanggar tari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.(red)
SISIKOTA.COM: Tak hanya meresmikan kepengurusan, Sultan Kutai kartanegara Ing Martadipura ke XXI, H. Adji Muhammad Arifin juga meminta seluruh pengurus mengangkat sumpah untuk secara jujur, tegas dan adil menjalankan amanat budaya sebagai orang Kutai.
Dalam kutipan teks sumpah yang dibacakan oleh Sultan Adji Muhammad Arifin, terdapat kalimat yang menjadi filosofi kehidupan orang Kutai yaitu "tidak melihat hal yang bukan merupakan hak, tidak mengambil hal yang bukan merupakan hak...". Kalimat ini terasa dalam maknanya. Seakan menggambarkan keseluruhan tata hidup masyarakat asli Kutai yang selama ini memang dikenal sangat kuat menjaga kerukunan dan silaturahmi untuk kepentingan kedamaian didaerahnya.
"Orang Kutai itu lebih memilih hidup tenang walaupun seadanya daripada hidup bergelimang kemewahan tapi melahirkan ketidaktentraman dilingkungan tempatnya berdiam" ujar Dedi Nala Arung, seniman yang juga penulis budaya Kutai Kartanegara.
Sabtu (10/02) lalu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI, H. Adji Muhammad Arifin resmi melantik pengurus baru Sempekat Keroan Kutai (SK2) Kutai Kartanegara. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan dan latar belakang masuk dalam kepengurusan SK2 kali ini. Dari kalangan akademisi misalnya terdapat nama DR. Sabran, SE dan Erwinsyah, SH, SE, M.Si. Keduanya adalah mantan Rektor Universitas Kutai Kartanegara. Sabran diangkat sebagai Panglima Muda sementara Erwinsyah diangkat sebagai Petinggi Muda yang membidangi Hukum dan HAM. Selain keduanya, masuk pula beberapa nama lain yang dikenal sebagai tokoh dalam bidangnya masing-masing seperti Rahman, tokoh olahraga yang juga adalah Ketua KONI Kutai Kartanegara, Aji Ali Yusni, tokoh olahraga tradisional yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar serta beberapa tokoh muda bidang seni dan budaya seperti Awang M. Rifani, Muhammad Saidar dan Dedi Nala Arung.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah yang juga merupakan orang Kutai asli diangkat menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi paguyuban ini yaitu selaku Panglima Pore dan pada posisi Petinggi Pore yang bertugas memimpin seluruh pengurus dan organisasi pendukung SK2 ditunjuk Thauhid Afrilian Noor, mantan Ketua KNPI Kukar yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.
Tags:
Dedi Nala Arung
edy damansyah
kedaton kutai kartanegara
Kutai Kartanegara
orang kutai
sempekat keroan kutai
sultan kutai kartanegara
thauhid afrilian noor
universitas kutai kartanegara
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu