Kategory
Info Daerah,
30-01-2026 11:18:35
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan program swasembada pangan nasional dalam rangkaian peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang. (Istimewa)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang diproyeksikan menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta menambah pasokan nasional sebanyak 700.000 ton per tahun. Proyek ini juga diklaim mampu menekan emisi hingga 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun melalui peningkatan efisiensi energi dan penghematan penggunaan gas alam.
Revitalisasi pabrik pupuk strategis tersebut diresmikan pada Kamis, 28 Januari 2026. Peresmian dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut pabrik PKT yang pertama kali diresmikan pada 29 Oktober 1984 itu merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, sekaligus aset strategis nasional dalam menopang ketahanan pangan Indonesia.
Menurutnya, revamping tidak semata mengganti mesin yang telah uzur, tetapi diarahkan untuk memperkuat keandalan pasokan pupuk nasional, memenuhi kebutuhan Kalimantan Timur secara lebih optimal, serta mendukung distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Dalam konteks ketahanan pangan, pabrik pupuk ini kami ibaratkan sebagai dapur nasional yang harus modern, bersih, aman, dan efisien,” ujar Rudy Mas’ud.
Ia menegaskan, revitalisasi tersebut juga menunjukkan bahwa BUMN tidak dapat hanya bergantung pada kejayaan masa lalu, melainkan harus berani berinvestasi untuk menjamin masa depan pangan nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai revamping Pabrik Amoniak PKT akan memperkuat program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk menuju industri hijau. Efisiensi energi yang dicapai, kata dia, berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi karbon dalam skala signifikan.
“Kami mengapresiasi upaya Pupuk Indonesia dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dan mendorong percepatan swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan, proyek tersebut merupakan bagian dari revitalisasi industri pupuk secara nasional. Selain menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen untuk jenis urea dan NPK dengan biaya tetap, revamping juga memungkinkan penambahan volume pupuk bersubsidi hingga 700.000 ton.
Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan pengembangan industri pupuk ke depan, termasuk rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru, dengan lima di antaranya ditargetkan diresmikan sebelum 2029.
Peresmian proyek ditandai dengan penekanan tombol sirene, penandatanganan prasasti, serta penandatanganan komitmen dukungan ketahanan pangan nasional oleh sejumlah pejabat negara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, Kajati Kaltim Dr. Supardi, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, serta Wali Kota Bontang Hj. Neni Moerniaeni. (*)
Tags:
pupuk kaltim
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu