Kategory
Info Kota,
29-12-2024 22:29:32
SISIKOTA.COM, Balikpapan – Kembali digelar Konvensi Media Siber Wartawan Legend Bedapatan Ke-3 tahun 2024, kerjasama antara media beritamkaltim.co dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kaltim mengangkat tema, peran Artificial Intelligence (AI) sebagai game changer menjadi sorotan utama. Sabtu (28 /12/2024) kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan.
Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, mengungkapkan satu dekade lalu, istilah AI masih asing bagi kebanyakan wartawan. Namun, kini AI telah menjadi alat vital dalam pengolahan data besar (big data).
"Dulu, untuk merangkum big data menjadi informasi penting, dibutuhkan waktu yang sangat lama. Sekarang, dengan AI, proses itu jauh lebih efisien. Wartawan dapat fokus pada analisis, bukan lagi terjebak dalam proses teknis," kata Atmaji dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan.
Sapto menegaskan kembali, bahwa AI memungkinkan media untuk menghasilkan informasi yang lebih cepat dan akurat. “AI adalah game changer. Kita harus merangkul teknologi ini untuk meningkatkan kualitas jurnalisme,” tambahnya.
Pertumbuhan Media Digital
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyoroti lonjakan jumlah media digital di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 50 ribu media di Indonesia, dengan 5.019 di antaranya berada di bawah naungan Dewan Pers, dan 3.886 merupakan media siber.
“Kita harus bersyukur atas pertumbuhan ini, karena semakin banyak saluran informasi yang tersedia untuk masyarakat. Namun, tantangannya adalah bagaimana menjaga kualitas dan relevansi di tengah persaingan yang semakin ketat,” ujar Wahyu.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah dan organisasi pers, untuk bekerja sama dalam menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.
Optimisme Pembangunan IKN
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyoroti persepsi masyarakat terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, masih banyak masyarakat yang meragukan kemajuan IKN jika dibandingkan dengan Jakarta.
“Pembangunan IKN adalah proyek jangka panjang. Ini membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk mencapai visi besar sebagai wajah baru Indonesia. Kita harus sabar dan optimis,” ujarnya.(SK-R)
Tags:
Balikpapan
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu