Kategory
Info Daerah,
29-11-2025 11:42:01
Bupati dan Sekda Kukar berbincang dengan pelaku usaha dalam agenda silaturahmi Pemkab bersama badan usaha di Samarinda. (Istimewa)
Samarinda, SISIKOTA.COM - Sejumlah triliun rupiah mengalir ke Kukar, tetapi keberlanjutan kesejahteraan warganya masih bertumpu pada satu pertanyaan: apa yang terjadi ketika tambang selesai? Pemerintah daerah dan perusahaan akhirnya duduk dalam satu ruangan, bukan hanya untuk seremoni, tetapi untuk menyusun ulang hubungan yang selama ini bertumpu pada aktivitas ekstraksi.
Data DPMDPTSP mencatat 963 perusahaan beroperasi di Kukar. Pertambangan mendominasi dengan 69 pelaku usaha dari 129 peserta pertemuan. Sektor perkebunan tercatat 33 perusahaan, migas 6, kehutanan 5, industri 3, perbankan 6, dan jasa 2. Di luar itu, terdapat 361 usaha menengah dan 1.946 usaha kecil, serta 65.746 usaha mikro.
Investasi yang masuk sejak 2020 mencapai Rp67,5 triliun. Serapan pekerja tercatat 54.630 orang. Angka ini menunjukkan besarnya keterikatan Kukar pada operasi industri dan sumber daya alam. Alfian Noor, Kepala DPMDPTSP, menyebut hanya 10–15 persen perusahaan besar yang hadir pada silaturahmi ini. “Yang diundang adalah perusahaan dengan modal di atas Rp10 miliar,” ujar Alfian.
Pemkab Kukar juga memberikan CSR Award kepada perusahaan yang terlibat pada program kesehatan. Sebanyak 12 perusahaan menerima kategori bronze, 25 silver, dan 25 gold. Beberapa perusahaan juga memperoleh penilaian terkait program lingkungan, termasuk Kalpataru, kampung iklim, dan adiwiyata. Di sesi berikutnya dilakukan penandatanganan komitmen kemitraan usaha besar dan UMKM/Koperasi untuk 2026.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa perusahaan dan pemerintah tidak lagi berdiri sebagai dua pihak terpisah. Ia mendorong relasi berbasis kebersamaan. “Tidak ada lagi kau dan aku, tidak ada pemerintah dan swasta, tetapi kita,” ucapnya.
Ia juga menyoroti sektor tambang yang menjadi motor ekonomi Kukar. Aulia meminta perusahaan memastikan kesejahteraan warga tetap terjaga saat produksi berhenti. “Pastikan kondisi sosial kemasyarakatan terjamin ketika bapak ibu sudah tidak menambang lagi,” katanya. Ia menekankan risiko daerah kembali turun ketika tambang selesai.
Silaturahmi ini merupakan pertemuan resmi pertama antara Pemkab Kukar dan dunia usaha. Pemerintah menyiapkan 17 program unggulan melalui Kukar Idaman Terbaik. Aulia menyebut perlunya kolaborasi yang terencana agar pemerataan pembangunan berjalan. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Di Ballroom Hotel Fugo Samarinda, perangkat desa, pejabat, dan perwakilan perusahaan duduk rapat dalam meja melingkar. Beberapa peserta mencatat, sebagian lain memperhatikan slide data yang dipaparkan. Pada penutup sambutannya, Aulia meminta perusahaan berkomitmen dalam skema tanggung jawab sosial agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada masa operasi tambang.
CSR Award ditutup dengan pesan bahwa masalah sosial dan lingkungan di Kukar membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan dunia usaha. (*)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu