Kategory
Info Daerah,
18-09-2025 11:37:44
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Festival Erau 2025 tak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga momentum penting menjaga keaslian budaya Kutai. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi membatasi jumlah peserta lomba seni tradisi, maksimal 20 orang per kategori, dengan total hadiah Rp70 juta.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan pembatasan ini semata untuk efektivitas penyelenggaraan. Tanpa aturan tersebut, jumlah peserta bisa membeludak dan sulit dikendalikan.
“Peserta itu dibatasi. Dibatasi untuk masing-masing kategori itu 20. Sebenarnya kalau tidak dibatasi luar biasa, jadi durasi waktu juga menentukan jumlah peserta,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).
Kategori yang dilombakan meliputi tarsul, tari jepen, musik tingkilan, dan lagu Kutai. Khusus untuk lagu Kutai, Puji meminta agar penampilan tetap sesuai format asli, bukan aransemen modern.
“Artinya lagu Kutai itu dalam bentuk tingkilan yang asli, tradisional, bukan congkil. Artinya seperti ibu-ibu zaman bahari lah yang nyanyi gitu,” tegasnya.
Selain pembatasan jumlah peserta, panitia juga menetapkan aturan durasi. Untuk kategori tari, setiap penampilan hanya diberi waktu maksimal lima menit.
“Mereka kami batas sampai lima menit karena durasi waktu,” ujarnya.
Lomba ini terbuka untuk umum tanpa batasan usia. Baik individu, sanggar, maupun sekolah diperbolehkan ikut serta selama memenuhi syarat teknis yang ditetapkan panitia.
Puji menekankan, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk kembali memperkenalkan seni tradisional Kutai kepada masyarakat luas.
“Saya ingin mengatakan budaya tradisional itu akan bisa terekspos atau bisa dinikmati oleh masyarakat. Maka salah satunya kita adakan pertandingan, bukan sekadar lomba,” pungkasnya.
Tags:
Disdikbud Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu