Sajian Sepanjang 1 Kilometer Warnai Tradisi Beseprah di Tenggarong

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Masyarakat Kutai Kartanegara duduk bersila bersama menikmati hidangan tradisi Beseprah di Festival Erau, Tenggarong. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Laman Museum Mulawarman di Tenggarong kembali akan dipadati ribuan orang dalam tradisi Beseprah, salah satu rangkaian utama Festival Erau 2025. Duduk bersila di atas tikar panjang, masyarakat dari berbagai lapisan akan makan bersama, melanjutkan tradisi turun-temurun yang menegaskan nilai kebersamaan dan kesetaraan sosial di Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut tradisi ini bukan sekadar pesta makan bersama, melainkan simbol kuat persatuan. “Pelaksanaan Beseprah akan diikuti oleh OPD dan BUMD di Kukar serta beberapa kecamatan, dan yang lebih diutamakan adalah untuk masyarakat,” ucapnya, Senin (8/9/2025).

Dalam bahasa Kutai, beseprah berarti duduk bersila di atas tikar sambil menikmati hidangan. Sajian khas Kutai disusun memanjang hingga sekitar satu kilometer tepat di depan Museum Mulawarman. Hidangan ini tidak hanya dinikmati masyarakat umum, tetapi juga Sultan Kutai Kartanegara dan keluarganya, yang duduk berdampingan dengan pejabat, tokoh masyarakat, bahkan tamu dari mancanegara.

Kesetaraan itu menjadi inti dari tradisi Beseprah. Tidak ada perbedaan derajat, semua mendapat makanan yang sama dan menikmati bersama-sama. Nilai inilah yang membuat Beseprah selalu menjadi magnet dalam perayaan Erau, sekaligus memperlihatkan kearifan lokal masyarakat Kutai di tengah arus modernisasi.

Thauhid menekankan pentingnya menjaga tata cara adat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa mengambil makanan sebelum prosesi resmi dimulai. “Masyarakat juga diimbau agar tidak berlebihan. Pada saat kita menata, belum dimulai Beseprahnya sudah mulai dibungkus-bungkus duluan,” jelasnya.

Menurutnya, disiplin menjaga tata cara pelaksanaan menjadi kunci agar makna yang diwariskan leluhur tetap terjaga. “Beseprah itu merupakan bagian dari tradisi kita yang harus kita lestarikan, maka dari itu tunggulah sampai prosesi itu dimulai dan kemudian silakan dinikmati makanannya di tempatnya,” tegas Thauhid. (rb/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

beseprah

Disdikbud Kukar

Erau