Samboja Darat Kembangkan UMKM dan Pariwisata, Produk Lokal Masuk Pasar IKN

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Camat Samboja Darat, Burhanuddin, memberikan keterangan usai menghadiri penandatanganan kerja sama strategis Pemkab Kukar dan Kejari Kukar di Pendopo Odah Etam, Rabu (13/8/2025). (Kontributor Sisikota.com)


Samboja Darat, SISIKOTA.COM - Pembangunan wilayah di Kecamatan Samboja Darat terus menunjukkan kemajuan nyata. Hal ini ditegaskan Camat Samboja Darat, Burhanuddin, saat menghadiri penandatanganan kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kejaksaan Negeri Kukar di Pendopo Odah Etam, Rabu (13/8/2025). Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat pengawalan pembangunan daerah agar berjalan sesuai aturan hukum dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Burhanuddin menjelaskan, pembangunan kantor camat Samboja Darat saat ini telah mencapai progres kontrak sebesar 90 persen dan ditargetkan segera rampung. Selain itu, proyek pembangunan Balai Pelayanan Umum (BPU) di Samboja Barat tengah dikerjakan dengan estimasi waktu penyelesaian 150 hingga 180 hari, dan diproyeksikan tuntas pada Desember 2025.

Fokus pengembangan wilayah tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada sektor UMKM dan pariwisata yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Di mana ada pariwisata, UMKM akan tumbuh mengikuti secara otomatis,” ujar Burhanuddin.

Ia mencontohkan, produk UMKM Samboja Darat kini sudah mampu menembus pasar lebih luas, bahkan dipamerkan di stand rest area Ibu Kota Negara (IKN). Perkembangan pemasaran juga semakin pesat dengan adanya penjualan secara online, yang memperluas jangkauan distribusi produk lokal.

Di sektor pariwisata, destinasi seperti Ambalat dan Batu Dinding menjadi daya tarik utama wisatawan, terutama pada akhir pekan. Sedangkan Samboja Barat berkembang sebagai sentra produk hidroponik yang mampu memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan sayuran di Bukit Merdeka. Meski demikian, Burhanuddin mengakui masih ada tantangan berupa keterbatasan subsidi pupuk bagi petani hidroponik.

Menurutnya, keberhasilan berbagai capaian ini tidak terlepas dari sinergi positif antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Kukar dalam mengawal setiap proses pembangunan. “Kami terus membina dan mengembangkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Burhanuddin. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Samboja Darat

Samboja