Satu-satunya Malam Tanpa Bepelas, Erau Kutai Diisi Maulid Barzanji

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Pembacaan Maulid Barzanji mengisi satu-satunya malam tanpa Bepelas dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Kedaton Kutai Kartanegara, Kamis (24/9/2026) malam. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Kamis (24/9/2026) malam menjadi satu-satunya malam tanpa prosesi Bepelas dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Rangkaian di Kedaton Kutai Kartanegara pada malam Jumat tersebut diisi dengan pembacaan Maulid Barzanji.

Dalam susunan Erau tahun ini, Maulid Barzanji berada di antara pelaksanaan Bepelas IV dan Bepelas V. Prosesi Bepelas dijadwalkan kembali berlangsung pada Jumat (25/9/2026) malam.

Pangeran Hario Noto Negoro Heriansyah mengatakan, pembacaan Barzanji pada malam Jumat merupakan tradisi turun-temurun di lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Maulid Barzanji ini sudah menjadi bagian dari tradisi yang turun-temurun, yang telah diwariskan para leluhur kita. Setiap malam Jumat kita akan mengadakan Maulid Barzanji dalam pelaksanaan Erau Adat yang dilaksanakan oleh pihak Kesultanan,” kata Heriansyah.

Menurut Heriansyah, keberadaan Maulid Barzanji dalam rangkaian Erau berkaitan dengan perjalanan Kerajaan Kutai Kartanegara setelah masuknya Islam. Sejak itu, tradisi adat dan kegiatan keagamaan berjalan berdampingan dalam lingkungan Kesultanan.

“Kerajaan Kutai dulu sudah bertransformasi dari Hindu ke Islam. Maka setiap malam Jumat kita isi dengan Maulid Barzanji. Harapannya kita bisa mendapatkan berkah dari junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Ia menilai pertemuan antara adat dan nilai keagamaan tersebut telah menjadi bagian dari tradisi Kesultanan sejak masa para sultan terdahulu.

“Budaya dan agama itu harus berdampingan. Para Sultan terdahulu selalu didampingi para ulama di sisi beliau,” ujarnya.

Menurut Heriansyah, ulama turut berperan memberikan bimbingan agar pelaksanaan tradisi tetap berada dalam koridor syariat Islam.

“Para Sultan terdahulu pasti didampingi para ulama untuk membimbing, jangan sampai itu lepas dari koridor-koridor syariat Islam,” tandasnya.

Pembacaan Maulid Barzanji tidak menghentikan keseluruhan rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Setelah jeda khusus pada malam Jumat, rangkaian Bepelas dijadwalkan berlanjut hingga prosesi berikutnya. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Erau