Sekolah Wajib Usulkan Penerima, Disdikbud Kukar Pastikan Verifikasi Ketat Beasiswa

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Peserta sosialisasi Program Beasiswa Kukar Idaman saat mengikuti pemaparan teknis penyaluran di Aula Disdikbud Kukar. (Kontributor Sisikota.com)


Setelah dua tahun terakhir menjadi bahan evaluasi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini menargetkan Program Beasiswa Kukar Idaman 2025 bisa terserap penuh. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menegaskan, tahun ini seluruh alokasi anggaran beasiswa ditargetkan benar-benar sampai kepada siswa penerima tanpa menyisakan SILPA.

Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengungkapkan bahwa tingkat serapan beasiswa sempat menjadi persoalan di masa lalu. “Untuk serapan beasiswa, memang dua tahun lalu sempat rendah. Namun, tahun kemarin keterserapannya sudah maksimal,” jelasnya, Senin (15/9/2025).

Dengan capaian tersebut, Emy menegaskan pihaknya semakin optimistis untuk tahun ini. Targetnya lebih tinggi, yakni memastikan 100 persen anggaran tersalur kepada siswa. “Target tahun ini, kami menargetkan 100 persen dana beasiswa bisa tersalur,” ujarnya.

Beasiswa Kukar Idaman diprioritaskan bagi siswa jalur afirmasi, yaitu anak-anak dari keluarga tidak mampu. Skema ini dirancang untuk mengurangi beban biaya sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan. “Tekanannya memang untuk anak-anak atau siswa yang masuk melalui jalur afirmasi,” terangnya.

Namun, Disdikbud tetap membuka fleksibilitas. Jika kuota jalur afirmasi sudah terpenuhi, maka sisa kuota akan dialihkan kepada siswa jalur prestasi atau kategori lain yang juga layak menerima. “Jika kuota jalur afirmasi sudah terpenuhi, sisa kuota beasiswa akan dialihkan ke jalur prestasi dan lainnya,” tambah Emy.

Mengenai jumlah penerima, Emy menjelaskan mekanismenya bergantung pada usulan sekolah. Setiap sekolah diminta mengajukan nama siswa yang memenuhi kriteria, kemudian data tersebut diverifikasi oleh tim terkait. “Sekolah akan mengusulkan nama-nama, kemudian berkasnya akan diverifikasi oleh kami,” jelasnya.

Ia menekankan, keterlibatan sekolah menjadi kunci agar penerima sesuai kondisi lapangan. Dengan begitu, potensi salah sasaran bisa diminimalisir.

Dengan pola prioritas afirmasi, mekanisme pengusulan sekolah, serta verifikasi berlapis, Disdikbud Kukar optimistis beasiswa tahun ini dapat benar-benar memberikan manfaat nyata. “Kami ingin memastikan bahwa beasiswa ini tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi siswa,” pungkasnya. (rb/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Disdikbud Kukar