Semester I 2025, Disperindag Kukar Kantongi Rp813 Juta Retribusi Pasar, Lampaui Target Tahunan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, memberikan keterangan pers terkait capaian retribusi pasar yang melampaui target pada semester I 2025. (Kontributor Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Sektor perdagangan rakyat di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan sinyal positif. Hingga semester I tahun 2025, penerimaan retribusi pasar telah menembus Rp813 juta, melampaui target tahunan yang dipatok sebesar Rp800 juta.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyebut capaian ini tidak hanya menggambarkan efektivitas pengelolaan pasar, tetapi juga meningkatnya kesadaran pedagang dalam menunaikan kewajiban. “Target retribusi pasar tahun 2025 sebesar Rp800 juta. Namun sampai semester I, capaian kita sudah mencapai Rp813 juta. Artinya target sudah terlampaui lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme pedagang terlihat jelas di Pasar Mangkurawang dan Kampung Baru. Kedua pasar ini menjadi contoh bagaimana kepatuhan pedagang mendorong pencapaian lebih cepat dari waktu yang ditentukan. “Rakyat kita itu seperti berlomba-lomba. Pedagang di Mangkurawang dan Kampung Baru sangat antusias membayar retribusi yang tertunggak,” terang Sayid.

Disperindag Kukar saat ini mengelola enam pasar resmi, yakni Pasar Sanga Sanga, Pasar Samboja Kuala, Pasar Wonotirto, Pasar Loa Kulu, Pasar Tangga Arung, dan Pasar Mangkurawang yang menjadi pusat aktivitas perdagangan terbesar di Kukar. Dengan tren capaian semester I, Sayid optimistis kontribusi retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa menembus Rp1 miliar pada akhir tahun. “Insya Allah optimis kami bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar. Ini menjadi sumbangan nyata dari sektor pasar untuk PAD Kukar,” tegasnya.

Menurut Sayid, pertumbuhan ini menandakan bahwa pasar tradisional tetap menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat. “Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Kalau pasarnya hidup, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” jelasnya.

Selain fokus pada penerimaan, Disperindag Kukar juga berkomitmen memperbaiki manajemen pasar. Perbaikan fasilitas, kebersihan, dan kenyamanan pedagang disebutnya sebagai kunci menjaga keberlanjutan kepatuhan retribusi. “Manajemen pasar harus modern, rapi, dan nyaman. Semakin baik pengelolaannya, semakin tinggi pula kepercayaan pedagang untuk taat retribusi,” pungkasnya. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Disperindag Kukar