Setelah Vakum Sejak 2020, Stand Up Comedy Tenggarong Hidup Lagi Lewat Open Mic

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Komika Stand Up Comedy Tenggarong, Nando Setiawan, tampil dalam open mic pertama setelah komunitas vakum sejak 2020. (Harry/sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Setelah vakum sejak 2020, panggung stand up comedy di Tenggarong kembali menyala.

Komunitas Stand Up Comedy Tenggarong menggelar open mic perdana di HaHa Reborn Cafe, Tenggarong, Jumat (5/6/2026) malam. Kegiatan itu menjadi penanda kembalinya ruang tampil bagi komika lokal setelah hampir enam tahun tidak aktif.

Open mic tersebut mengusung tema “Coba Aja Dulu”. Tema itu dipilih sebagai ajakan bagi siapa saja yang ingin mencoba naik panggung, menyampaikan keresahan, dan melatih keberanian berbicara di depan publik.

Salah satu komika Stand Up Indo Tenggarong, Setiawan Nando, mengatakan komunitas ini sebenarnya telah terbentuk sejak 2014. Sebelum vakum, mereka sempat rutin menggelar pertunjukan di sejumlah kafe, termasuk Rogos Cafe.

“Alhamdulillah, kami aktif kembali setelah sempat hiatus sejak 2020. Padahal komunitas ini mulai berjalan sejak 2014,” ujar Nando.

Menurut Nando, vakumnya komunitas tidak lepas dari pandemi Covid-19. Saat itu, aktivitas berkumpul dan latihan rutin sulit dilakukan. Kondisi tersebut kemudian berlanjut karena para anggota memiliki kesibukan masing-masing.

“Awalnya karena pandemi Covid-19, waktu itu memang sulit mencari tempat untuk berkumpul. Seiring berjalannya waktu, teman-teman mulai berkumpul lagi dan berdiskusi untuk menghidupkan kembali stand up comedy di Tenggarong,” jelasnya.

Kehadiran HaHa Reborn Cafe menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi komunitas untuk kembali bergerak. Tempat tersebut kini menjadi titik awal bagi komika lokal untuk berkumpul, berlatih, dan menguji materi di hadapan penonton.

“Alhamdulillah sekarang ada fasilitas di HaHa Reborn Cafe, jadi kami bisa mulai lagi. Malam ini juga teman-teman masih sangat semangat untuk kembali tampil,” katanya.

Nando menjelaskan, open mic bukan panggung yang menuntut peserta langsung sempurna. Justru di ruang seperti itu, materi komedi diuji, diperbaiki, lalu dikembangkan. Peserta bisa mencoba membawa pengalaman pribadi, keresahan, atau cerita sehari-hari ke atas panggung.

“Open mic ini memang tempat latihan. Konsepnya siapa saja, tua maupun muda, silakan mencoba dulu naik ke atas panggung. Mau lucu atau tidak lucu, keluarkan saja apa yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa pun dapat ikut mencoba, tanpa batasan usia maupun pengalaman, selama materi yang dibawakan tetap berada dalam koridor yang baik.

Bagi Nando, stand up comedy tidak hanya soal membuat orang tertawa. Di dalamnya ada proses menulis, menyusun sudut pandang, membaca situasi, dan melatih keberanian berbicara.

“Stand up comedy bukan hanya soal melucu, tetapi juga melatih public speaking dan kemampuan berbicara di depan umum,” pungkasnya.

Ke depan, komunitas Stand Up Comedy Tenggarong menargetkan open mic dapat digelar secara rutin setiap Jumat malam di HaHa Reborn Cafe. Agenda itu diharapkan menjaga keberlangsungan komunitas sekaligus membuka ruang bagi lahirnya komika baru dari Kutai Kartanegara.

Dengan kembali aktifnya komunitas ini, Tenggarong kembali memiliki wadah bagi warga, terutama anak muda, untuk berlatih tampil, mengolah keresahan, dan mengembangkan kreativitas melalui komedi. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Stand Up Comedy Tenggarong