Kategory
Info Daerah,
08-08-2025 11:46:55
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, bersama jajaran Forkopimda dan anggota DPRD Kukar menghadiri syukuran HUT ke-22 Persatuan Purnawirawan TNI AD di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Rabu (6/8/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Suasana kebersamaan begitu terasa di Pendopo Odah Etam pada Rabu (6/8/2025), saat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadiri syukuran HUT ke-22 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD). Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meneguhkan sinergi antara pemerintah daerah dan para purnawirawan sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat, yang mewakili Bupati Kukar, menyampaikan penghargaan tinggi atas kiprah PPAD. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ia menekankan bahwa para purnawirawan bukan sekadar mantan prajurit, melainkan teladan yang terus berperan dalam menjaga persatuan bangsa. “Tema yang diangkat, PPAD Wujudkan Kesejahteraan Purnawirawan, Perkokoh Persatuan, dan Mensukseskan Program Astacita bersama TNI Angkatan Darat, sangat relevan dengan kebutuhan bangsa hari ini,” ujarnya.
Taufik menegaskan ada tiga poin penting yang dapat dipetik dari tema tersebut. Pertama, soal kesejahteraan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan kualitas hidup para purnawirawan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka. Kedua, tentang persatuan. Dengan pengalaman dan kearifan, para purnawirawan dianggap sebagai panutan yang mampu menularkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Ketiga, semangat keterlibatan. Partisipasi PPAD dalam Program Astacita dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik, yang mengandalkan kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kukar, Mohammad Jamhari, juga hadir memberikan dukungan moral. Ia menegaskan bahwa semangat juang para purnawirawan tetap menyala meski telah purna tugas. “Bagi kami, berhenti bertugas bukan berarti berhenti mengabdi. Nilai perjuangan itu akan terus melekat,” katanya.
Jamhari menyoroti aspirasi PPAD Kukar yang hingga kini belum memiliki sekretariat permanen. Ia menilai fasilitas tersebut penting sebagai pusat kegiatan organisasi sekaligus wadah koordinasi. Ia bahkan berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi itu melalui mekanisme resmi DPRD. “Jika perlu, saya akan memasukkan usulan ini dalam pokok-pokok pikiran pribadi saya,” tegasnya.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, terutama melalui Asisten I, disebut sebagai langkah strategis agar aspirasi tersebut segera terwujud. Menurutnya, hal itu bukan sekadar soal fasilitas, melainkan bentuk penghormatan atas jasa para purnawirawan yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa. (nur/adv)
Tags:
ahmad taufik hdiayat
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu