Kategory
Info Daerah,
11-08-2025 11:25:59
Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, memberikan keterangan pers usai penilaian lomba perpustakaan di SMPN 3 Tenggarong, Senin (11/8/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Dulu, SMP Negeri 3 Tenggarong hanya dikenal di lingkup kabupaten. Kini, sekolah tersebut mencatat sejarah baru dengan menembus empat besar Lomba Perpustakaan Tingkat Kalimantan Timur (Kaltim). Capaian ini bukan sekadar gelar, tetapi bukti nyata bahwa budaya literasi yang dibangun perlahan dengan komitmen bersama akhirnya berbuah hasil. Bagi warga sekolah, langkah ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk melangkah lebih jauh.
Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyampaikan bahwa lomba perpustakaan merupakan agenda rutin tahunan yang mempertemukan sekolah-sekolah terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Mekanismenya, setiap pemenang tingkat kabupaten otomatis melaju ke tingkat provinsi untuk mewakili daerahnya. Dengan demikian, keberhasilan SMPN 3 Tenggarong masuk empat besar menunjukkan kualitas yang tidak lagi hanya bersaing di level lokal, melainkan diakui secara lebih luas.
Menurut Emy, penilaian dalam lomba ini tidak semata-mata menyoroti aspek siswa, tetapi mencakup seluruh sistem pendidikan di sekolah. Indikator yang dipakai meliputi kesiapan infrastruktur perpustakaan, pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia, rapor pendidikan, hingga prestasi literasi guru maupun siswa. Bahkan, kontribusi sekolah dalam menularkan semangat literasi ke lingkungan pendidikan lain juga menjadi salah satu aspek yang dilihat tim penilai.
“Semua pihak di sekolah harus terlibat. Literasi bukan hanya tugas guru bahasa atau pengelola perpustakaan, tetapi budaya yang dibangun bersama,” tegasnya. Emy menekankan bahwa kolaborasi guru, siswa, dan tenaga kependidikan menjadi penentu penting. Tanpa dukungan kolektif, literasi hanya akan berhenti sebagai slogan, bukan praktik nyata di lapangan.
Keunggulan SMPN 3 Tenggarong terlihat dari pengelolaan literasi digital yang dinilai sudah berjalan optimal. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, siswa lebih terdorong untuk membaca, menulis, dan mengembangkan keterampilan literasi sesuai tuntutan zaman. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang menjadi bagian penting dari pembelajaran masa kini.
“Alhamdulillah, pengelolaannya luar biasa. Tahun ini menjadi tonggak sejarah bagi SMP Negeri 3 Tenggarong karena untuk pertama kalinya masuk empat besar provinsi,” pungkas Emy dengan penuh syukur.
Prestasi ini tidak hanya dicatat sebagai keberhasilan sebuah sekolah, tetapi juga menegaskan posisi Kutai Kartanegara dalam mendorong budaya literasi di Kaltim. Dengan momentum tersebut, diharapkan lebih banyak sekolah di Kukar yang termotivasi memperkuat literasi, sehingga capaian SMPN 3 Tenggarong menjadi inspirasi kolektif bagi dunia pendidikan daerah. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu