Kategory
Info Daerah,
24-06-2025 13:23:52
Konferensi pers pencapaian SMPN 7 Muara Kaman sebagai Google Reference School pertama tingkat SMP di Indonesia bersama Disdikbud Kukar dan tim pendamping. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Dari sebuah sekolah negeri kecil di tengah hamparan kebun sawit Muara Kaman, lahir sebuah capaian yang menggemparkan dunia pendidikan nasional. SMP Negeri 7 Muara Kaman, Kutai Kartanegara, kini resmi menyandang predikat Google Reference School pertama di Indonesia untuk tingkat SMP.
Pengakuan ini diumumkan Google pada 5 Juni 2025, setelah serangkaian proses panjang dilalui oleh sekolah yang sebelumnya tak banyak dikenal. Mulai dari digitalisasi kurikulum, pelatihan intensif guru, hingga evaluasi langsung oleh tim Google Asia Pasifik menjadi syarat mutlak yang berhasil dipenuhi.
Prestasi ini diumumkan secara resmi dalam konferensi pers pada Senin (23/06/2025) di Muara Kaman. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Kukar, Emi Rosana, menyebut pencapaian ini sebagai lompatan sejarah bagi pendidikan di wilayah pedalaman.
“Kita patut berbangga, SMPN 7 Muara Kaman menjadi sekolah negeri pertama di Indonesia pada tingkat SMP yang berhasil meraih pengakuan internasional ini,” ungkap Emi.
Kesuksesan tersebut tidak datang seketika. Sejak beberapa tahun terakhir, Disdikbud Kukar melakukan investasi besar dalam infrastruktur pendidikan digital. Perangkat Chromebook dibagikan kepada seluruh siswa dan guru. Internet sekolah dipasok melalui jaringan satelit Starlink. Sistem “one student one device” benar-benar diterapkan, dan seluruh aktivitas pembelajaran terintegrasi dengan Google Workspace for Education.
Suwoto, Google Certified Coach asal Kukar yang mendampingi transformasi ini sejak awal, menjelaskan bahwa setiap guru diwajibkan memiliki sertifikasi Google Educator Level 1 dan 2, bahkan melanjutkan ke jenjang Trainer dan Coach. Lebih dari itu, sekolah juga memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai bagian dari laboratorium pembelajaran digital.
“Kami manfaatkan kebun sawit dan pohon karet di sekitar sekolah sebagai laboratorium alam digital. Ini yang membuat pendekatan kami istimewa di mata Google,” terang Suwoto.
Dampak dari transformasi ini tidak hanya tercermin dalam sertifikasi dan teknologi, tetapi juga dalam minat masyarakat terhadap sekolah tersebut. Kepala SMPN 7 Muara Kaman, Rasian, menceritakan bahwa sebelum transformasi, jumlah siswa hanya sekitar 50 orang. Kini, jumlah peserta didik telah melonjak hingga lebih dari 150 siswa.
“Ini benar-benar lompatan besar bagi kami yang berada di wilayah terpencil,” ujar Rasian.
Prestasi ini bahkan menarik perhatian internasional. Disdikbud Kukar dijadwalkan menyampaikan presentasi di kantor Google Asia Pasifik di Singapura. Tak hanya itu, delegasi dari Kementerian Pendidikan Jepang juga direncanakan akan berkunjung ke SMPN 7 Muara Kaman pada akhir Juli 2025 untuk mempelajari praktik baik yang diterapkan sekolah ini. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu