Kategory
Info Daerah,
30-09-2026 18:31:02
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Kukar dengan agenda persetujuan Raperda Perubahan APBD 2026, Rabu (30/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan berfokus menjaga daya beli masyarakat di tengah dampak ikutan pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat. Pengendalian inflasi dan upaya mencegah peningkatan kemiskinan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan keputusan pemangkasan anggaran merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, menurut dia, berupaya mengantisipasi agar kebijakan tersebut tidak menekan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
“Kewenangan itu memang berada di wilayah pemerintah pusat. Tentunya kalau kita di daerah, kita masih menjaga proses ikutan dari proses pemangkasan ini,” ujar Aulia di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar, Rabu (30/9/2026).
Aulia menyebut salah satu dampak yang perlu diantisipasi ialah inflasi berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga. Karena itu, Pemkab Kukar berupaya menjaga pendapatan dan daya beli masyarakat.
“Yang paling penting adalah kami menjaga bagaimana pendapatan dari masyarakat itu sendiri, sehingga kebijakan yang dilakukan di tingkat pusat tidak memengaruhi tingkat kemiskinan yang ada di daerah, utamanya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Aulia juga berharap pengurangan anggaran pada satu pos diikuti dengan penyaluran pembiayaan ke pos lain melalui mekanisme pengawasan dan keseimbangan.
Menurutnya, pengalihan tersebut semestinya diarahkan ke sektor-sektor produktif agar tetap memberikan dorongan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap ini tersalur ke sektor-sektor produktif, sehingga ini bisa menjadi daya dorong atau daya dukung tersendiri untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu