Kategory
Info Daerah,
05-07-2025 11:04:23
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di tengah sorotan publik terhadap arah pembangunan Kutai Kartanegara (Kukar) pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2031, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono, menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas sosial adalah fondasi yang tak kalah penting dibanding pembangunan fisik. Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah tidak semata diukur dari jumlah proyek yang berdiri megah, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Keamanan itu pondasi. Kalau masyarakat tenang, pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan,” ujar Didik, Rabu (3/7/2025). Ia menekankan bahwa iklim sosial yang kondusif akan memperlancar proses pembangunan, meminimalkan potensi gesekan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam kemajuan daerah.
Didik menilai, di tengah gencarnya program pembangunan, Pemerintah Kabupaten Kukar perlu mengantisipasi potensi konflik sosial yang bisa timbul, khususnya dari proyek-proyek berskala besar yang menyentuh kepentingan masyarakat. Ia menyoroti perlunya pemerintah membangun sistem sosial yang solid, yang melibatkan peran aktif tokoh masyarakat, penguatan kapasitas aparat desa, serta penciptaan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan warga.
“Sering kali persoalan muncul karena masyarakat merasa tidak dilibatkan atau tidak mendapat informasi yang cukup,” tambahnya. Menurut Didik, komunikasi publik yang lemah bisa memicu kesalahpahaman yang berdampak pada stabilitas sosial. Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah memastikan keterbukaan informasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat, tidak hanya mengandalkan laporan dari birokrasi. “Bupati dan wakil bupati harus hadir secara fisik dan emosional di tengah masyarakat. Itu akan membangun kepercayaan,” tegasnya. Interaksi langsung, menurutnya, dapat menjadi sarana mendengar aspirasi, mengidentifikasi masalah secara cepat, dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kepentingan warga.
Dengan kombinasi keamanan sosial yang kokoh dan pembangunan yang terarah, Didik optimistis Kukar dapat tumbuh menjadi contoh daerah yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat secara sosial. “Jangan sampai daerah tumbuh infrastrukturnya, tapi masyarakatnya terbelah,” pungkasnya. (nur/adv)
Tags:
Kukar
Kutai Kartanegara
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu