Kategory
Gaya Hidup,
04-09-2024 15:27:44
Ilustrasi Stres.(Sumber : Klikdokter)
SISIKOTA.COM- Istilah Post Election Stress Disonder(PESD) atau stres berat karena Pemilu sering terjadi di masyarakat kita, diliputi rasa putus asa, takut dan khawatir karena pemilu. Amannya bukan masuk kategori gangguan mental. Stres pemilu menjadi trend sejak tahun 2020 di Amerika Serikat(AS), dari pemilu Presiden.
Stres berat pemilu jika sudah parah, bukan hanya takut dan khawatir, bahkan sudah merasakan sakit kepala rutin. Orang yang tidak mengurus politik, tidak akan alami stres pemilu. Lain halnya, dengan orang yang senang dengan politik, pengurus Parpol dan pendukung, akan alami stres pemilu.
Dengan alasan, khawatir perubahan iklim politik, terjadi polarisasi sudut pandang politik, keyakinan individu terikat dengan keyakinan politik. Terasa dampaknya bagi pendukung atau kelompok fanatik, calon pemimpinnya gagal lolos.
Penyebab masyarakat mudah alami stres pemilu, karena, hadirnya berita dan Medsos, yang bisa dibaca kapan saja, dan dapat diakses selama 24 jam. Sehingga saat dibuka, malah bikin stres. Selain itu, banyak orang membicarakan politik di ruang publik, awalnya tidak tertarik, malah terpengaruhi pembicaraan dan diskusi politik. Penyebab lainnya, khawatir mengantungkan sepenuhnya dari politik negara.
Gejala seseorang yang alami stres berat karena pemilu diantaranya, yaitu, rasa takut berlebihan, mudah tersinggung dan marah, dan alami susah tidur, mual pusing, alami nyeri dada, dan hasrat seksual menurun.
Tips terhindar dari stres berat pemilu, perkuat hubungan yang baik dengan keluarga, batasi penggunaan medsos terkait politik, rutin lakukan olahraga, tidur dengan kualitas yang cukup, serta perbanyak hobi positif selain urusi politik.(SK-R)
Tags:
Kesehatan
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu