Sudah Diisi 135 Pedagang, Pasar Segar Sepaku Masih Sepi, Ada Apa?

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Tampak udara Pasar Segar Sepaku di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, yang mulai beroperasi sejak akhir Maret 2026 dengan ratusan pedagang telah menempati kios dan los. (Istimewa)


Samarinda, SISIKOTA.COM – Deretan kios dan los di Pasar Segar Sepaku sudah terisi, namun suasana di dalam pasar belum sepenuhnya ramai. Aktivitas jual beli masih terlihat terbatas, dengan hanya beberapa pengunjung yang datang silih berganti.

Pasar yang mulai beroperasi sejak 30 Maret 2026 ini tercatat telah diisi oleh 135 pedagang. Meski demikian, pergerakan pembeli belum seramai yang diharapkan pada awal pembukaan.

Sejumlah pedagang mengaku masih dalam tahap menunggu kedatangan pembeli. Mereka menilai kondisi pasar sudah tertata dengan baik, namun belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan pasar tersebut.

“Kebersihan bagus, rapi. Tapi memang masih sepi, mungkin karena masih baru,” ujar Arif, pedagang jasa servis telepon seluler yang baru beberapa hari membuka usahanya di lokasi tersebut.

Hal senada disampaikan Ilmi Nafia, pedagang oleh-oleh khas IKN. Ia menilai pasar memiliki potensi, terutama karena berada di kawasan yang mulai berkembang, namun membutuhkan waktu agar aktivitasnya lebih hidup.

“Kalau tempatnya sudah bagus, lebih modern. Tinggal bagaimana pengunjungnya bisa lebih banyak ke sini,” katanya.

Pasar Segar Sepaku dibangun di atas lahan seluas 5.880 meter persegi dengan dua bangunan utama masing-masing terdiri dari dua lantai. Fasilitas yang tersedia meliputi kios basah dan kering, los, area foodcourt, hingga sarana pendukung seperti parkir, toilet, mushola, serta sistem keamanan CCTV.

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara, Troy Pantouw, menyebut pembangunan pasar ini ditujukan untuk menghadirkan fasilitas yang lebih layak dan tertata bagi pedagang sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan IKN.

“Penataan pasar ini juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pembagian kios dan los disebut dilakukan melalui mekanisme undian untuk memastikan setiap pedagang mendapat kesempatan yang sama.

Hingga saat ini, proses pengisian lapak masih berlangsung secara bertahap. Sementara itu, aktivitas pasar masih dalam fase awal operasional, dengan jumlah pengunjung yang belum terlalu ramai dibanding kapasitas yang tersedia. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

IKN

IKN Nusantara