Kategory
Budaya,
27-09-2026 17:36:41
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin memercikkan Air Tuli menggunakan kembang mayang sebagai penanda dimulainya Belimbur dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Minggu (27/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin memercikkan Air Tuli menggunakan kembang mayang, Minggu (27/9/2026). Prosesi itu menjadi penanda dimulainya Belimbur sekaligus penutupan rangkaian utama Festival Erau Adat Kutai 2026.
Belimbur dilaksanakan setelah prosesi Mengulur Naga. Masyarakat kemudian saling menyiramkan air sebagai bagian dari tradisi yang oleh Kesultanan dan pemerintah daerah dimaknai sebagai penyucian diri serta ungkapan syukur.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan Belimbur menjadi salah satu prosesi penutup setelah rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan hari terakhir Erau. Beberapa prosesi lainnya ditutup dengan Belimbur. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dari tadi pagi sampai sekarang. Sekarang kita sudah melaksanakan Belimbur,” kata Aulia.
Pernyataan bahwa kegiatan berjalan lancar merupakan penilaian Aulia setelah mengikuti rangkaian tersebut. Materi yang tersedia belum memuat data jumlah peserta maupun laporan terpisah mengenai keamanan pelaksanaan Belimbur.
Menurut Aulia, Belimbur memiliki filosofi menyucikan dan saling membersihkan diri. Ia berharap nilai tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tradisi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan, sekali lagi, dengan kegiatan Belimbur ini yang filosofinya itu menyucikan diri, saling membersihkan diri satu dengan yang lain, bisa benar-benar terwujud di dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.
Aulia juga berharap pelaksanaan Erau dapat memberikan semangat bagi pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Kukar.
“Kita berharap dengan adanya Erau Adat 2026 ini juga menjadi penyemangat kami di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membangun Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Menurutnya, Erau turut menjadi pengingat atas perjalanan panjang Kutai Kartanegara serta hubungan antara Kesultanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Meski Belimbur menandai penutupan rangkaian utama festival, prosesi adat belum seluruhnya berakhir. Jadwal Erau 2026 masih mencantumkan Bepelas VII atau Ketayongan pada Minggu malam.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Merebahkan Pinang Ayu dan ziarah makam pada Senin (28/9/2026). Sumber resmi Pemkab sebelumnya menyebut kegiatan utama berlangsung pada 20–27 September, dengan beberapa rangkaian berlanjut hingga 28 September. (rry/bby/adv)
Tags:
belimbur
Erau
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu