Kategory
Info Daerah,
01-01-2026 12:10:07
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama Sultan Kutai Ing Martadipura dan unsur Forkopimda meresmikan Taman Musik Tenggarong. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Sungai Mahakam tak lagi hanya dibicarakan sebagai jalur logistik dan urat nadi ekonomi lama Kutai Kartanegara. Di penghujung 2025, sungai ini mulai diproyeksikan sebagai bagian dari ekosistem wisata baru yang menghubungkan ruang kota, seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Gagasan tersebut mencuat dalam peresmian Taman Musik Tenggarong, Selasa (30/12/2025), yang menjadi salah satu penanda arah baru pengembangan pariwisata daerah. Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyebut Sungai Mahakam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari konsep pariwisata terintegrasi, termasuk melalui penguatan transportasi air dan aktivitas wisata berbasis sungai.
“Sungai Mahakam bukan hanya penting dari sisi ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan sejarah Kutai Kartanegara. Dengan mengembangkan wisata dan transportasi air, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dan lebih terintegrasi,” kata Aulia.
Pengembangan pariwisata sungai tersebut dirancang berjalan beriringan dengan penataan ruang publik di kawasan perkotaan. Salah satunya melalui kehadiran Taman Musik Tenggarong yang berada di pusat kota, yang disiapkan sebagai wadah ekspresi seni, pertunjukan musik lokal, serta titik temu aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Menurut Aulia, keberadaan ruang publik seperti Taman Musik diharapkan dapat menarik pergerakan pengunjung dari dalam dan luar daerah, sekaligus memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya. Kawasan ini juga direncanakan masuk dalam kalender pariwisata tahunan Kutai Kartanegara bersama sejumlah agenda seni dan budaya.
Selain peresmian taman, Pemkab Kukar turut meluncurkan kalender pariwisata daerah yang ditujukan untuk menciptakan kegiatan wisata yang lebih terjadwal dan berkelanjutan. Konsistensi agenda dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperpanjang lama tinggal pengunjung di Kukar.
Pengembangan ekosistem wisata berbasis sungai, ruang publik, dan ekonomi kreatif ini diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif, khususnya pertambangan batu bara. Pemerintah daerah menilai pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi membuka lapangan kerja baru serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Dengan menjadikan Sungai Mahakam sebagai salah satu poros pariwisata, Kutai Kartanegara berupaya membangun ekosistem wisata yang tidak bertumpu pada satu titik, tetapi saling terhubung antara sungai, ruang kota, seni, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (*)
Tags:
Taman Musik Tenggarong
Sungai Mahakam
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu