Kategory
Info Daerah,
20-08-2026 16:36:49
Peluncuran video promosi Festival Erau Adat Kutai 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Kukar dan Kejaksaan Negeri Tenggarong. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Permukaan Sungai Mahakam mulai surut di tengah musim kemarau yang menekan sumber air baku di Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar tengah menyiapkan Festival Erau Adat Kutai 2026 yang melibatkan kegiatan massal dan sejumlah rangkaian di kawasan sungai.
Perumda Tirta Mahakam melalui kanal resminya telah menerbitkan imbauan Siaga Potensi Kemarau 2026. Perusahaan daerah tersebut mengingatkan potensi penurunan debit air sungai dan intrusi air laut serta meminta masyarakat menampung dan menggunakan air secara bijak.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno sebelumnya juga menyatakan permukaan air Mahakam mulai surut. Penurunan muka air, sedimentasi, dan pendangkalan di sejumlah intake dikhawatirkan memengaruhi kemampuan pengambilan air baku jika kemarau terus berlanjut.
Kondisi sumber air baku di Kukar mulai tertekan setelah wilayah tersebut hampir dua setengah bulan tidak diguyur hujan. Perumda juga terus memantau risiko intrusi air laut di kawasan hilir seperti Anggana dan Sangasanga.
Sebelumnya, BMKG Samarinda memprediksi musim kemarau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur berlangsung hingga September–Oktober 2026. Kemarau yang dimulai sekitar pertengahan Juni diperkirakan berlangsung selama 10–12 dasarian atau sekitar tiga hingga empat bulan.
Petugas klimatologi BMKG Samarinda, Gilang Arya Putra, mengatakan kondisi kering turut diperkuat oleh El Niño yang telah mencapai intensitas sangat kuat.
“Jadi diprediksi kemaraunya berakhir di September sampai Oktober. Di beberapa wilayah ada yang September dan beberapa wilayah ada yang Oktober,” ujar Gilang, Rabu (19/8/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Noto Negoro Heriansya menilai penurunan muka air Mahakam sejauh ini belum terlihat parah. Menurut pengamatannya, sungai tersebut masih mengalir dan kondisinya masih mendukung rangkaian Erau.
“Sampai sejauh ini Sungai Mahakam tetap mengalir. Kalau kita lihat sekarang, tidak pernah kering. Kalaupun turun, tidak parah,” ujar Heriansyah seusai peluncuran video promosi Erau di Pendopo Odah Etam, Kamis (20/8/2026).
Pihak Kesultanan juga menyiapkan tim medis dan pemadam kebakaran pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta, terutama tari massal. Dukungan pemadam kebakaran dapat digunakan untuk melakukan penyiraman apabila diperlukan selama kegiatan berlangsung.
“Nanti kita standby. Di situ ada tim medis, kemudian ada tim dari Damkar yang mungkin sewaktu-waktu bisa melakukan penyiraman saat anak-anak menampilkan tari massal,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berharap seluruh rangkaian Erau 2026 tetap dilaksanakan secara utuh meski pelaksanaannya berlangsung di tengah musim kemarau.
“Harapan kami, Erau tahun ini tetap utuh kita laksanakan sehingga tidak ada bagian-bagian yang terpotong,” ujar Aulia.
Pemkab Kukar juga ingin lebih banyak masyarakat terlibat melalui olahraga tradisional dan kegiatan pendukung lainnya tanpa mengurangi kesakralan Erau. Sosialisasi festival tersebut akan diperluas ke sepuluh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Kukar dan Kejaksaan Negeri Tenggarong menandatangani perjanjian kerja sama terkait pendampingan kegiatan strategis Disdikbud Kukar, termasuk Festival Erau. Pendampingan tersebut ditujukan agar pelaksanaan kegiatan dan administrasinya berjalan sesuai ketentuan. (rry/bby)
Tags:
Erau
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu