Tak Buru-Buru Bikin Event Besar, Stand Up Indo Tenggarong Fokus Kembangkan Komika Lokal

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Komika Stand Up Indo Tenggarong, Awe dan Nando, memandu open mic di Haha Reborn Cafe, Tenggarong, Jumat, 12 Juni 2026. Komunitas ini kembali aktif setelah sempat vakum dan kini fokus membina komika lokal lewat latihan terbuka serta sesi Comedy Buddy. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Stand Up Indo Tenggarong belum ingin terburu-buru menggelar acara besar setelah kembali aktif. Komunitas ini memilih memperkuat komika lokal melalui latihan terbuka dan sesi bedah materi yang disebut Comedy Buddy.

Komika Stand Up Indo Tenggarong, Azwar Fadillah atau Awe, mengatakan respons penonton mulai terlihat pada malam kedua open mic yang digelar di Haha Reborn Cafe, Tenggarong, Jumat, 12 Juni 2026. Jumlah penonton disebut meningkat dibanding kegiatan pertama setelah komunitas itu kembali aktif pascahiatus.

“Untuk malam kedua, animo dari para komika masih sama seperti kemarin. Namun dari sisi penonton, ada peningkatan dibanding hari pertama setelah kami kembali aktif pasca-hiatus,” ujar Awe.

Menurut Awe, respons positif juga terlihat dari media sosial. Dukungan itu menjadi dorongan bagi komunitas untuk terus menghidupkan kembali ruang stand up comedy di Tenggarong.

“Kami cukup senang melihat respons di media sosial dan banyaknya orang yang datang menonton. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus menghidupkan kembali stand up comedy di Tenggarong,” katanya.

Meski penonton mulai bertambah, Stand Up Indo Tenggarong belum menjadikan event besar sebagai target utama. Komunitas itu lebih dulu ingin memastikan para komika lokal memiliki ruang latihan yang konsisten.

“Target utama kami bukan membuat event besar dulu, tetapi memastikan komikanya berkembang,” ujar Awe.

Salah satu cara pembinaan dilakukan melalui Comedy Buddy. Sesi ini menjadi ruang diskusi dan bedah materi sebelum komika tampil dalam latihan terbuka. Dalam forum tersebut, para komika dapat saling memberi masukan terhadap materi, teknik penyampaian, dan kesiapan tampil.

“Sebenarnya dari sistem yang sudah berjalan di Stand Up Indo Tenggarong sejak 2014, sebelum latihan seperti malam ini kami selalu mengadakan sesi sharing. Sesi itu kami sebut sebagai Comedy Buddy,” jelasnya.

Awe mengatakan, proses tersebut penting karena stand up comedy tidak hanya bergantung pada keberanian naik panggung. Komika juga perlu mengasah materi, membaca respons penonton, dan memperbaiki cara penyampaian.

Stand Up Indo Tenggarong juga membuka ruang bagi warga yang ingin mencoba stand up comedy, termasuk pemula yang belum pernah tampil. Menurut Awe, siapa pun bisa bergabung selama mau belajar dan berani mencoba.

“Tidak harus sudah jago atau punya pengalaman. Yang penting mau mencoba, belajar, dan berani tampil. Nanti kita bisa berkembang bersama-sama di Stand Up Indo Tenggarong,” katanya.

Kembalinya aktivitas Stand Up Indo Tenggarong menjadi bagian dari upaya menghidupkan lagi ruang kreatif di Tenggarong. Selain menjadi hiburan, open mic juga diharapkan menjadi tempat belajar bagi komika lokal dan warga yang tertarik dengan dunia komedi. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Stand Up Comedy Tenggarong