Kategory
Info Daerah,
16-01-2026 10:40:49
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin saat bersilaturahmi di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kamis (15/1/2026). (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Teguran Presiden Prabowo Subianto terhadap penempatan posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam sebuah acara kenegaraan berbuntut panjang. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mendatangi langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin ke Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf.
Langkah tersebut diambil menyusul pernyataan Presiden Prabowo yang secara terbuka mempertanyakan penempatan Sultan Kutai di barisan ketiga saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Senin lalu. Peristiwa itu segera menjadi sorotan publik dan ramai dibicarakan di media sosial, memunculkan perdebatan soal etika kenegaraan dan penghormatan terhadap simbol adat.
Pertemuan antara Gubernur Kaltim dan Sultan Kutai berlangsung tertutup di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kamis (15/1). Selain meluruskan kronologi kejadian, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog mengenai pentingnya sensitivitas budaya dan tata krama lokal dalam setiap agenda resmi yang digelar di Kalimantan Timur.
Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik. Ia mengonfirmasi telah menerima permohonan maaf dari pihak terkait, namun menegaskan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Menurut Sultan, insiden penempatan posisi duduk dalam acara kenegaraan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut peristiwa serupa pernah dialami saat kegiatan bersama Presiden Joko Widodo di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sudah dua kali kejadian seperti ini terjadi. Saya berharap ke depan tidak ada lagi kejadian yang sama,” ujarnya.
Sultan menekankan bahwa peristiwa tersebut hendaknya menjadi pembelajaran bersama, terutama dalam menjaga etika, tata krama, dan penghormatan terhadap adat Kesultanan Kutai Kartanegara sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Timur.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa kunjungannya ke Kedaton merupakan bentuk tabayun dan komitmen pemerintah daerah untuk memahami serta menghormati protokol adat yang berlaku. Ia menyebut dirinya datang secara langsung sebagai wujud penghormatan kepada Sultan dan lembaga adat.
“Saya dilahirkan dari keluarga yang menjunjung adat istiadat, tata krama, etika, dan budaya timur. Karena itu saya datang langsung untuk bersilaturahmi dan bertabayun,” kata Rudy Mas’ud usai pertemuan.
Rudy mengingatkan bahwa Kalimantan Timur memiliki sejarah panjang kerajaan dan kesultanan yang masih hidup hingga kini. Karena itu, setiap penyelenggaraan kegiatan, termasuk agenda berskala nasional, perlu menyesuaikan dengan nilai dan kearifan lokal setempat.
Ia menegaskan bahwa meski pengaturan acara peresmian RDMP di Balikpapan bukan menjadi tanggung jawab langsung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah daerah tetap merasa perlu hadir untuk menjelaskan situasi yang terjadi dan menyampaikan sikap.
“Arahan dari Sultan akan kami sampaikan ke pusat agar menjadi introspeksi bersama, bagaimana sebaiknya menempatkan para raja dalam sebuah acara yang dihadiri Presiden,” tegasnya.
Ke depan, Rudy memastikan bahwa dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, penghormatan terhadap tokoh adat dan tokoh budaya akan menjadi perhatian utama. Komitmen tersebut juga akan ia sampaikan kepada seluruh provinsi di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI) wilayah Kalimantan Timur.
Menutup pertemuan, Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Arifin menyambut baik sikap Gubernur Kalimantan Timur. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mengingatkan pentingnya menempatkan posisi raja secara tepat dalam sebuah acara kenegaraan.
“Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah mengingatkan soal ini, tentang bagaimana menempatkan posisi raja dalam sebuah acara,” ujarnya. (*)
Tags:
Gubernur Kaltim
kesultanan kutai kartanegara
rudy mas'ud
Sultan Kutai
sultan kutai kartanegara
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu