Teknologi Baru di Kukar Bikin Air Lebih Bersih dan Stabil, Perumda Terapkan Sistem MBR

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Seorang siswa mencuci tangan dengan air bersih di Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Dok. Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Air sungai selama ini menjadi sumber utama bagi kebutuhan warga Kukar. Namun di musim hujan, warnanya kerap berubah pekat dan berbau lumpur. Kondisi itu membuat Perumda Air Minum Tirta Mahakam mencari cara baru agar pasokan air tetap jernih dan aman dikonsumsi.

Langkah itu diwujudkan lewat kerja sama dengan PT Mahakam Tirta Nirwana untuk membangun instalasi pengolahan air berbasis teknologi Membrane Bioreactor (MBR). Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno dan Direktur PT Mahakam Tirta Nirwana I Made Gde Putra Yasa, disaksikan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri pada Senin (20/10).

Bupati Aulia menyebut kerja sama ini bagian dari upaya memperluas akses pelayanan air bersih yang memenuhi standar kesehatan. “Kita ingin Perumda Air Minum Tirta Mahakam tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga menjadi pionir pengolahan air di Kaltim,” ujarnya.

Berbeda dengan sistem konvensional, teknologi MBR memadukan proses biologis dan penyaringan ultra-halus dalam satu sistem tertutup. Mikroorganisme mengurai zat organik, sementara lapisan membran menyaring partikel mikro hingga air keluar lebih jernih dan stabil.

Suparno menjelaskan, pengolahan air dengan teknologi ini dilakukan dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Melalui pola itu, pembiayaan infrastruktur air bersih dibagi antara Perumda dan pihak swasta. “Menyikapi keterbatasan anggaran pemerintah, dilakukan alternatif pembiayaan dengan skema KPBU atau business to business,” katanya.

Teknologi MBR juga dilengkapi sistem Decolour System untuk mengukur tingkat warna dan kontaminan air sungai. Hasilnya menentukan tahapan filtrasi agar air yang dihasilkan memenuhi baku mutu air minum.

Proyek ini dilakukan dengan pola Rehabilitation, Uprating, Operate, Transfer (RUOT), di mana pihak swasta membangun dan mengoperasikan instalasi sebelum diserahkan kembali kepada Perumda. Dalam acara itu, beberapa teknisi tampak menunjukkan diagram alur air di layar besar, sementara perwakilan Perumda mencatat proses uji tahap awal.

Melalui kerja sama ini, Perumda Tirta Mahakam menargetkan peningkatan kapasitas dan kualitas air yang disalurkan ke pelanggan, terutama di wilayah padat penduduk.

Penandatanganan MoU turut dihadiri Badan Pengawas Perumda Tirta Mahakam Supriyanto, Kabag Satuan Pengawas Internal Mursidi, serta Manajer Perlengkapan Doni Ridha Suryawan. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

Perumda Tirta Mahakam

aulia rahman basri

Bupati Kukar

bupati kutai kartanegara