Tidak Semua Anak di Tenggarong Bisa Ikut Les, 40 Siswa Kini Dapat Bimbel Gratis

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Peluncuran program Belajar Bersama Ceria (BBC) oleh Kodim 0906 Tenggarong di Kelurahan Baru, diikuti puluhan siswa dari keluarga kurang mampu yang menjadi peserta awal kegiatan belajar tambahan. (Harry/Sisikota)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Tidak semua orang tua di Tenggarong mampu menyekolahkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar berbayar. Di tengah keterbatasan itu, 40 siswa kini mendapat akses belajar tambahan secara gratis.

Program belajar ini mulai berjalan di wilayah Kelurahan Baru, Tenggarong, dengan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pada tahap awal, sebanyak 20 siswa sekolah dasar dan 20 siswa sekolah menengah pertama mengikuti kegiatan yang dijadwalkan rutin setiap pekan.

Kegiatan belajar berlangsung tiga kali dalam sepekan, setiap Senin hingga Rabu, pukul 15.00–17.00 WITA. Siswa SD kelas 4 hingga 6 belajar pada sesi pertama, dilanjutkan siswa SMP kelas 8 dan 9 pada sesi berikutnya. Materi yang diberikan mencakup pelajaran inti seperti matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan agama.

Ruang belajar memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di lingkungan warga, seperti sekretariat Karang Taruna dan Posyandu. Pengajar yang terlibat berasal dari masyarakat setempat, termasuk kader PKK, Posyandu, dan Karang Taruna yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan.

“Tidak semua orang tua bisa membiayai les tambahan untuk anaknya. Karena itu, kami ingin ada ruang belajar yang bisa diakses tanpa biaya,” ujar Komandan Kodim 0906 Tenggarong, Letkol Arm Benny Budiman.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pendidikan yang dijalankan di tingkat wilayah, dengan pendekatan pembelajaran yang dibuat lebih fleksibel dan dekat dengan lingkungan masyarakat.

Proses penentuan peserta dilakukan melalui pendataan di tingkat kelurahan, dengan mengutamakan anak-anak yang membutuhkan dukungan tambahan dalam belajar. Selain itu, kesiapan fasilitas dan pengalaman masyarakat setempat dalam menjalankan kegiatan serupa juga menjadi pertimbangan lokasi.

Kepala Kelurahan Baru, Bayu Ramanda Baninugraha, menyebut kegiatan ini melanjutkan praktik yang sebelumnya sudah berjalan secara mandiri di wilayahnya.

“Kami sudah menjalankan kegiatan belajar seperti ini sekitar 1,5 tahun secara swadaya. Itu menjadi salah satu pertimbangan hingga akhirnya dipercaya untuk menjalankan program ini,” ujarnya.

Dari sisi sarana, kebutuhan dasar seperti buku dan bahan ajar telah disiapkan, termasuk memanfaatkan koleksi dari kegiatan perpustakaan yang sebelumnya pernah digelar di kelurahan. Para pengajar juga diperbolehkan menggunakan literatur tambahan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Selain membantu siswa menghadapi ujian semester dan kelulusan, kegiatan ini menjadi salah satu alternatif akses belajar bagi anak-anak yang selama ini tidak terjangkau layanan bimbingan belajar berbayar. Pemanfaatannya ke depan akan bergantung pada keberlanjutan kegiatan serta partisipasi masyarakat di wilayah tersebut. (rry)

Iklan sisikota.com

Tags:

Kota Tenggarong

Tenggarong