Kategory
Info Daerah,
10-11-2025 11:16:07
Tim Yayasan Konservasi RASI bersama BPSPL Pontianak Wilker Mahakam Hulu mengevakuasi bangkai pesut Mahakam jantan bernama Upin yang ditemukan tersangkut di keramba warga Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis. (Istimewa)
Muara Wis, SISIKOTA.COM – Pagi di Sungai Mahakam selalu tampak damai. Permukaannya tenang, memantulkan langit muda yang baru tersibak kabut. Namun di antara keramba warga Dusun Kuyung, Desa Sebemban, keheningan itu berubah menjadi kabar duka. Seekor pesut jantan ditemukan tak bernyawa, tubuhnya tersangkut di jaring ikan milik warga.
Ia dikenal dengan nama Upin—pesut Mahakam muda yang lahir pada Juli 2022. Usianya baru tiga tahun, dengan panjang tubuh 174 sentimeter dan berat 104 kilogram. Upin menjadi salah satu individu yang selama ini dipantau Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI).
Ketua RASI, Danielle Kreb, membenarkan kabar kematian itu, Minggu (9/11). “Dia ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut. Jadi kami langsung evakuasi dan melakukan pengukuran morfometrik serta analisa kondisi individu,” ujarnya.
Evakuasi dilakukan cepat oleh tim gabungan dari RASI, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Wilker Mahakam Hulu, serta masyarakat Pokdarwis 3B Desa Pela. Jasad Upin dibawa ke Stasiun Pengamatan Pesut RASI untuk dilakukan nekropsi oleh dokter hewan. Tim juga mengambil sampel organ untuk analisis laboratorium.
“Saat ini masih uji laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian,” jelas Danielle.
Upin bukan sekadar pesut biasa. Ia bagian dari populasi kecil Orcaella brevirostris, mamalia air tawar yang hanya tersisa di Sungai Mahakam. Data terbaru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan RASI pada Oktober lalu mencatat sekitar 62 ekor masih bertahan di habitatnya. Namun angka itu selalu berubah—ada yang lahir, dan ada yang mati.
Danielle mengatakan, hasil identifikasi dan analisa kematian Upin diperkirakan baru selesai pada Januari mendatang. “Kami belum bisa memastikan jumlah terkini karena ada beberapa kelahiran dan kematian sepanjang 2025,” tambahnya.
Sore itu, arus Mahakam kembali mengalir tenang. Dari kejauhan, perahu-perahu nelayan perlahan menepi, sementara petugas konservasi menutup rapat laporan lapangan. Satu individu pesut telah pergi, meninggalkan sunyi di sungai yang menjadi rumah terakhirnya. (*)
Tags:
Muara Wis
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu