Kategory
Info Daerah,
01-09-2026 17:12:33
Suasana Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Karhutla serta Penanggulangan Dampak Kekeringan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempertimbangkan pemadaman dari udara terhadap titik api di Muara Leka yang sulit dijangkau tim darat. Penanganan lokasi tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kondisi geografis menjadi kendala petugas untuk mencapai sejumlah titik api di wilayah tersebut.
“Memang ada beberapa titik api seperti di daerah Muara Leka yang agak susah untuk dijangkau. Ini sudah kita koordinasikan dengan BPBD provinsi. Mungkin penanganannya harus menggunakan water bombing sehingga penanganannya harus lewat udara,” kata Aulia, Selasa (1/9/2026).
Kemungkinan pemadaman dari udara tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Penanggulangan Dampak Kekeringan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kukar.
Pemadaman dari udara masih menjadi opsi yang dikoordinasikan dengan BPBD Kaltim. Aulia belum menyampaikan kepastian maupun jadwal pelaksanaannya.
Mengenai perkembangan karhutla, Aulia menyebut sebelumnya sempat tercatat 146 titik panas di Kukar. Sementara berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, terdapat 11 titik api yang telah ditangani.
“Update terkait titik api itu berkurang signifikan. Sebelumnya memang masih ada 146 titik panas. Tapi secara riil di lapangan, di Kukar itu hanya ada 11 titik api yang sudah kita tangani dengan baik,” tuturnya.
Aulia menyampaikan dua jenis data berbeda, yakni titik panas yang terpantau dan titik api berdasarkan kondisi di lapangan. Kedua angka tersebut tidak menunjukkan penurunan langsung dari 146 menjadi 11.
Dalam pemantauan karhutla, titik panas merupakan indikasi potensi kebakaran yang masih perlu diperiksa di lapangan dan tidak otomatis menunjukkan kebakaran yang telah terkonfirmasi.
Meski sejumlah titik api telah ditangani, Pemkab Kukar tetap meminta patroli dilakukan di wilayah yang dinilai rawan. Langkah tersebut diarahkan agar kemunculan api dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Ketika muncul titik api, tidak perlu besar, itu langsung bisa kita selesaikan,” ujar Aulia.
Pemkab Kukar juga mulai memetakan sumber daya badan usaha di setiap kecamatan. Pemetaan mencakup ketersediaan mobil tangki, bantuan logistik, bahan bakar minyak (BBM), dan sarana lain yang dapat digunakan untuk menangani karhutla.
Aulia mencontohkan pemetaan yang akan dilakukan di Kecamatan Sangasanga. Pemerintah akan mendata perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut beserta kemampuan yang dapat dikerahkan apabila kebakaran terjadi.
“Misalnya Kecamatan Sangasanga, di sana ada badan usaha apa saja dan resource mereka untuk penanganan api kekuatannya apa saja. Mereka punya mobil tangki berapa, mereka punya kebutuhan logistik berapa. Ini kita coba elaborasi dan kolaborasikan,” jelasnya.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat mempersingkat koordinasi ketika titik api ditemukan. Tim tanggap cepat dapat langsung mengetahui sarana dan bantuan yang tersedia di sekitar lokasi.
Menurut Aulia, badan usaha di Kukar selama ini telah terlibat dalam penanganan karhutla. Namun, sumber daya mereka belum seluruhnya terhubung dengan jejaring pos terpadu yang dibangun pemerintah di tingkat kecamatan.
“Badan usaha itu sebenarnya aktif. Mereka punya resource, tetapi ini belum terkoneksi dengan jejaring yang kita bangun sekarang melalui pos terpadu di tingkat kecamatan,” ungkapnya.
Koordinasi selanjutnya akan diturunkan ke tingkat kecamatan dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepolisian, badan usaha, dan pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.
“Kami instruksikan kepada Forkopimcam dan Kapolsek untuk mengadakan rapat koordinasi di tingkat kecamatan, mengundang stakeholder yang ada di kecamatan. Mereka menentukan langkah-langkah seperti apa ketika muncul titik api,” kata Aulia.
Sebelumnya, Pemkab Kukar mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi petugas dan relawan di lapangan, antara lain makanan, logistik, dan BBM. Aulia mengatakan dukungan terhadap kebutuhan tersebut membantu mempercepat penanganan api.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta perusahaan dalam penanganan karhutla di Kukar.
Melalui pos terpadu di tingkat kecamatan, sumber daya yang telah dipetakan akan diarahkan ke lokasi terdekat ketika titik api ditemukan. Sementara lokasi yang tidak dapat dijangkau tim darat, termasuk di Muara Leka, akan dikoordinasikan dengan BPBD Kaltim untuk menentukan kemungkinan penanganan dari udara. (rry/bby)
Tags:
karhutla
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu