Kategory
Info Daerah,
24-10-2026 22:46:10
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan mengenai penanganan karhutla dan kebutuhan dukungan pemadaman udara di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan helikopter dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di titik yang sulit dijangkau petugas dan peralatan melalui jalur darat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah daerah menargetkan penanganan titik kebakaran maksimal dalam waktu 1x24 jam selama lokasi masih dapat dijangkau sumber daya dan peralatan yang tersedia.
Namun, kondisi medan di sejumlah wilayah membuat penanganan darat tidak selalu dapat dilakukan secara optimal.
“Memang kendala kita ada beberapa titik yang tidak bisa dijangkau oleh peralatan dan sumber daya manusia. Contohnya yang terjadi di Muara Kaman. Karena itu, kami berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta helikopter atau melakukan pemadaman menggunakan sarana helikopter dengan penyiraman dari udara,” kata Aulia di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
Muara Kaman Jadi Contoh Kendala Akses
Aulia menyebut Kecamatan Muara Kaman sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih besar karena terdapat titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kondisi tersebut membuat dukungan pemadaman udara diperlukan sebagai pelengkap operasi yang dilakukan petugas di lapangan.
Sebelumnya, operasi pemadaman menggunakan helikopter juga telah dilakukan di Muara Kaman dengan dukungan pihak perusahaan. Permintaan Pemkab Kukar kepada BNPB diarahkan untuk memperkuat dukungan udara ketika kapasitas penanganan daerah dan sumber daya yang tersedia tidak mencukupi.
Menurut Aulia, kebutuhan helikopter terutama muncul pada lokasi yang tidak memungkinkan dijangkau kendaraan maupun personel dalam waktu cepat.
Damkar dan BPBD Tetap Jadi Andalan Darat
Penanganan karhutla di Kukar selama ini melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Aulia mengapresiasi respons kedua unsur tersebut dalam menangani kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Kukar.
Menurutnya, petugas telah berupaya melakukan penanganan dengan sumber daya yang tersedia, meskipun beberapa titik membutuhkan dukungan tambahan karena karakter wilayah dan keterbatasan akses.
Dukungan helikopter dari pemerintah pusat diharapkan dapat memperkuat operasi ketika pemadaman dari darat tidak dapat menjangkau titik api secara efektif.
Aulia menegaskan penanganan karhutla tetap diarahkan agar titik api dapat dikendalikan secepat mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Koordinasi dengan BNPB menjadi salah satu langkah Pemkab Kukar untuk memperkuat kemampuan tersebut, terutama menghadapi kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
23-10-2026 19:22:53
23-10-2026 19:01:03
23-10-2026 19:14:10
22-10-2026 22:22:01