Kategory
Info Daerah,
10-09-2025 11:17:12
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, memaparkan alokasi anggaran Rp 200 miliar untuk mendukung lima kawasan prioritas pertanian dalam program Kukar Idaman tahun 2025. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Anggaran Rp 200 miliar disiapkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2025 untuk memperkuat lima kawasan prioritas pertanian sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana produksi pangan. Alokasi ini menjadi bagian penting dari program Kukar Idaman yang menempatkan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa besaran anggaran tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada pembangunan irigasi, infrastruktur pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta berbagai kebutuhan teknis lain yang mendukung produktivitas petani. “Fokus penggunaan dana mencakup pembangunan irigasi, infrastruktur pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan kebutuhan pendukung lain,” ujarnya.
Taufik menambahkan, penyusunan anggaran didasarkan pada usulan kelompok tani, arahan Bupati, masukan dari Wakil Bupati, Sekda, DPRD, serta aspirasi langsung dari masyarakat. “Setiap usulan kami kaji untuk menentukan prioritas yang paling mendesak,” jelasnya.
Selain dana daerah, program ini juga diperkuat dengan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 40 miliar dari pemerintah pusat, yang difokuskan untuk empat kecamatan pesisir. Dengan tambahan tersebut, total anggaran Distanak pada tahun 2025 mencapai Rp 216 miliar, termasuk belanja pegawai dan non-pegawai. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan khusus untuk pembangunan sarana dan prasarana pertanian.
Di sektor peternakan, perhatian diarahkan pada peningkatan produksi daging dan telur. Taufik mengakui bahwa swasembada daging ayam sudah relatif tercapai, namun kebutuhan daging sapi masih harus dipasok dari luar daerah. “Kami intervensi lewat program peningkatan populasi ternak sapi, sekaligus menanggulangi penyakit hewan,” terangnya.
Distanak juga membagi tugas kerja ke dalam tiga subsektor: tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Meski hujan panjang beberapa hari terakhir sempat merendam sawah, subsektor hortikultura justru menunjukkan pertumbuhan positif. Hampir seluruh kecamatan di Kukar—mulai dari Tenggarong Seberang, Samboja, Kota Bangun, Sebulu, hingga Tenggarong—menjadi sentra produksi cabai, tomat, gambas, dan timun yang memasok kebutuhan Kalimantan Timur.
“Dengan dukungan anggaran dan program yang terintegrasi, kami optimistis produktivitas pertanian dan peternakan Kukar akan meningkat, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal,” pungkas Taufik. (nur/adv)
Tags:
Peternakan
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu