Kategory
Info Daerah,
25-09-2025 08:57:35
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di tengah derasnya arus modernisasi, Disdikbud Kutai Kartanegara menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai perekat sosial masyarakat. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyebut tradisi bukan sekadar ritual, melainkan ruang kebersamaan dan silaturahmi.
“Tradisi itu hadir untuk mempererat hubungan sosial. Kita ingin masyarakat menjadikannya kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ritual tahunan. Semakin sering kita merawat tradisi, semakin kuat pula ikatan persaudaraan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Thauhid menekankan peran pendidikan dalam menanamkan nilai budaya sejak dini. Sekolah menjadi pintu awal agar anak mencintai kearifan lokal.
“Dari situ lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jati diri yang kuat,” tambahnya.
Ia menjelaskan, budaya juga berperan menjaga keharmonisan sosial. Tradisi yang dijaga bersama dapat meredam konflik dan memperkuat toleransi.
“Budaya itu sejatinya mengajarkan kita untuk hidup rukun. Kalau kita sama-sama menjaga, maka tercipta suasana yang damai dan penuh toleransi,” ucapnya.
Namun, tantangan besar datang dari cepatnya modernisasi. Karena itu, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan, mulai keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
“Pemerintah daerah melalui Disdikbud tentu berkomitmen, tapi tradisi hanya akan bertahan kalau masyarakat sendiri yang merawat dan menjadikannya bagian dari kehidupan,” jelas Thauhid.
Ia menegaskan tradisi harus dijalankan tertib dan sesuai aturan yang berlaku. Budaya, menurutnya, adalah warisan bersama yang harus dirawat.
“Intinya, mari kita jaga bersama. Karena budaya bukan hanya milik satu kelompok, melainkan warisan bersama yang harus kita rawat agar tetap hidup sepanjang masa,” pungkasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
thauhid afrilian noor
19 jam yang lalu
20 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu