Tujuh Perusahaan Samarinda Terlibat Pelepasan Ekspor Nasional Senilai USD 58,77 Juta

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Pelepasan ekspor dari Samarinda yang diikuti tujuh perusahaan asal Kalimantan Timur, bagian dari agenda nasional Kementerian Perdagangan RI dalam pelepasan ekspor serentak di delapan kota, Rabu, 17 Desember 2025. (Istimewa)


Samarinda, SISIKOTA.COM - Dari total ekspor nasional senilai USD 58,77 juta yang dilepas serentak di delapan kota, Kalimantan Timur menyumbang USD 2,27 juta melalui tujuh perusahaan asal Samarinda.

Angka tersebut muncul dalam pelepasan ekspor nasional yang digelar Kementerian Perdagangan RI pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan nasional dipusatkan di Cikarang, Jawa Barat, dan diikuti secara daring dari tujuh kota lain, termasuk Samarinda.

Di Samarinda, pelepasan ekspor berlangsung di PT Orimba Alam Kreasi, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir. Truk kontainer yang telah dimuat produk ekspor terparkir di area pabrik, dengan spanduk pelepasan terpasang di sisi kendaraan.

Pelepasan ekspor secara nasional dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dari Cikarang. Dari lokasi Samarinda, kegiatan diikuti oleh jajaran pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Plt Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Johni Martha, menyampaikan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah. Menurutnya, Kalimantan Timur dipilih karena posisinya yang sedang mengalami pergeseran struktur ekonomi.

“Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang secara konsisten menyumbang nilai ekspor nasional cukup besar. Samarinda dipilih karena perekonomiannya tengah bertransformasi dari industri ekstraktif menuju sektor manufaktur dan jasa,” ujar Johni.

Namun, ia mengakui skala pelaku usaha yang terlibat masih terbatas. Dari Samarinda, hanya tujuh perusahaan yang berpartisipasi, dengan mayoritas berada pada level menengah.

Johni menyebut pemerintah pusat terus mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar global melalui program UMKM BISA Ekspor. Program ini menekankan kurasi produk, fasilitasi promosi, serta pencarian pembeli di luar negeri.

“Kami berharap Pemprov Kaltim dapat melakukan kurasi, dan kami siap memfasilitasi, memperkenalkan produk, hingga mencarikan pembeli,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung ekspor langsung ke luar negeri. Dukungan tersebut ditopang keberadaan industri manufaktur serta infrastruktur pelabuhan internasional.

“Keberadaan IKN menjadikan Kaltim sebagai superhub ekonomi Indonesia bagian tengah dan timur. Kawasan industri di Kaltim telah didesain ulang untuk menopang perekonomian regional,” ujar Sri Wahyuni.

Ia juga menyinggung perubahan struktur ekonomi daerah. Ketergantungan pada komoditas mentah disebut mulai berkurang, seiring penguatan sektor hilirisasi dan industri pengolahan.

Dalam pelepasan ekspor dari Samarinda, komoditas yang dikirim meliputi plywood, karet, seafood, pakan ternak, arang, dan damar batu. Produk tersebut ditujukan ke Amerika Serikat, Bangladesh, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan.

Nilai ekspor sebesar USD 2,27 juta atau sekitar Rp37 miliar tersebut menempatkan Kalimantan Timur sebagai bagian dari arus ekspor nasional, dengan keterlibatan yang masih berada pada skala menengah. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

Samarinda