Unit Hidran Sudah Ada, Fatlon Nisa Dorong Jaringan Pendukung Tuntas 2027

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Anggota DPRD Kutai Kartanegara Fatlon Nisa mengunjungi warga terdampak kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Selasa (6/10/2026). (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Anggota DPRD Kutai Kartanegara Fatlon Nisa mendorong penyelesaian jaringan pendukung hidran pada 2027 setelah kebakaran melanda permukiman padat di RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Menurut Fatlon, sarana fisik hidran sebelumnya telah dibangun melalui salah satu pokok pikiran yang ia usulkan. Namun, fasilitas tersebut belum dapat berfungsi maksimal karena jaringan pendukungnya belum tersedia.

“Sebelumnya ada salah satu pokok-pokok pikiran saya terkait pembangunan hidran. Hidran tersebut sebenarnya sudah kita bangun, tetapi mungkin belum maksimal karena jaringan pendukungnya belum tersedia,” kata Fatlon saat mengunjungi warga terdampak kebakaran, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan penyelesaian jaringan pendukung perlu kembali didorong dalam perencanaan 2027 agar fasilitas yang telah tersedia dapat digunakan secara optimal ketika terjadi keadaan darurat.

“Rumah atau unit hidrannya sudah tersedia, tinggal jaringan yang perlu kita selesaikan,” ujarnya.

Menurut Fatlon, kebutuhan tersebut sebelumnya juga telah dibicarakan dalam rapat dengar pendapat bersama instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kukar.

Ia berharap pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti pada 2027 dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.

Kebutuhan terhadap sumber air menjadi perhatian setelah kebakaran besar melanda kawasan Jalan AM Alimuddin Gang 1, RT 33, Kelurahan Melayu pada Senin (5/10/2026).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar mencatat lokasi tersebut merupakan kawasan permukiman padat. Tidak ada korban meninggal dunia, tetapi sejumlah warga mengalami sesak napas dan membutuhkan penanganan medis.

Dalam proses pemadaman, keterbatasan pasokan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas. Damkarmatan Kukar mengerahkan sejumlah armada dan personel, sementara bantuan juga datang dari unsur kepolisian, BPBD serta relawan.

Kondisi tersebut, menurut Fatlon, memperlihatkan pentingnya memastikan infrastruktur penanggulangan kebakaran tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik.

Jaringan air dan sarana pendukung, kata dia, perlu tersedia agar hidran benar-benar dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan.

Penanganan Warga Jadi Prioritas

Selain menyoroti fasilitas hidran, Fatlon juga menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat terdampak kebakaran.

Ia mengatakan kebutuhan warga harus menjadi prioritas dalam penanganan pascakejadian.

Menurutnya, bantuan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan nyata warga agar dapat meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.

Dalam kunjungan tersebut, Fatlon juga berbincang dengan sejumlah warga terdampak untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka.

Ia mengatakan persoalan tempat tinggal menjadi salah satu hal yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara DPRD dan pemerintah daerah.

Terkait kemungkinan relokasi, Fatlon belum memastikan opsi tersebut akan dipilih.

“Semoga pemerintah kabupaten bersama DPRD dapat mencari solusi terbaik sesuai harapan masyarakat, termasuk terkait kemungkinan relokasi maupun pembangunan kembali rumah warga,” katanya.

Fatlon menilai karakter permukiman yang padat, jarak antarrumah yang berdekatan, kondisi kemarau serta faktor angin menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam evaluasi penanganan kebakaran.

Kawasan RT 33 memang didominasi bangunan yang rapat, dengan sebagian bangunan berbahan kayu. Kondisi permukiman padat tersebut turut menyulitkan proses pemadaman.

Menurut Fatlon, evaluasi pascakebakaran perlu menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan infrastruktur pencegahan dan penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk.

Ia berharap jaringan pendukung hidran dapat menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran dan perencanaan 2027.

Dengan jaringan yang tersedia, fasilitas hidran yang telah dibangun diharapkan dapat berfungsi lebih optimal untuk mendukung suplai air ketika terjadi kebakaran. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

DPRD Kukar